Sabtu, 22 September 2018 08:31 WIB
pmk

Internasional

Militer Mesir Klaim Tewaskan 20 Pemberontak

Redaktur:

SIAP SIAGA - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi (kedua kiri) dan Presiden Vietnam Tran Dai Quang (ketiga kiri) dalam inspeksi pasukan kehormatan di Istana Presiden, Kairo, Mesir. AFP PHOTO/EGYPTIAN PRESIDENCY

INDOPOS.CO.ID - PASUKAN militer Mesir mengklaim 20 orang yang diduga merupakan militan tewas dalam serangan udara yang dilancarkannya di Sinai Mesir. Dalam sebuah pernyataan, militer Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (29/8) bahwa serangan udara di gurun barat itu menargetkan satu daerah yang digunakan sebagai tempat perlindungan dan titik peluncuran untuk melakukan aksi-aksi bermusuhan.

Tidak jelas kapan operasi itu berlangsung. Namun, operasi itu dilakukan sebagai bagian dari kampanye untuk membasmi gerilyawan di tengah gelombang kekerasan yang terjadi pada Februari lalu.

Dimuat Press TV, kampanye itu diperintahkan oleh Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi setelah serangan terhadap sebuah masjid pada November 2017, ketika ratusan jamaah meninggal.

Semenanjung Sinai diketahui telah berada dalam keadaan darurat sejak Oktober 2014, setelah serangan teroris mematikan yang menewaskan 33 tentara Mesir.Selama beberapa tahun terakhir, teroris telah melakukan kegiatan anti-pemerintah dan serangan fatal, mengambil keuntungan dari gejolak di Mesir yang meletus setelah presiden pertama negara yang terpilih secara demokratis, Mohamed Morsi, digulingkan dalam kudeta militer pada Juli 2013.

Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan yang terjadi di sebuah pos pemeriksaan polisi Mesir di Sinai utara akhir pekan kemarin. Serangan itu diketahui menyababkan 15 orang tewas dan luka. Tidak jelas berapa korban dari militan dan berapa korban dari pihak tentara.

Namun kantor berita negara Mesir MENA seperti dimuat Reuters, mengabarkan pasukan keamanan Mesir menggagalkan serangan terhadap pos pemeriksaan di barat kota al-Arish, dan menewaskan empat militan sementara yang lainnya melarikan diri.

Untuk diketahui, pasukan Mesir, yang didukung oleh polisi, sejak Februari tahun ini telah melakukan operasi besar yang menargetkan gerilyawan Islam di belakang gelombang serangan terhadap pasukan keamanan dan warga sipil. Ratusan orang yang diduga militan tewas atau tertangkap dalam operasi itu.

Media yang berafiliasi dengan ISIS, Amaq mengatakan bahwa ISIS menargetkan pos pemeriksaan Kilometer 17 di barat al-Arish, tanpa memberikan bukti atau rincian tentang berapa banyak yang terlibat.

Sementara itu MENA, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan polisi Mesir menghadapi militan yang mencoba menyerbu pos pemeriksaan, empat orang militan tewas dan sebagian lainnya melarikan diri.

Kampanye militer tentara Mesir sendiri diketahui dimulai setelah Presiden Abdel-Fattah al-Sisi memerintahkan tentara dan pasukan keamanan untuk menumpas gerilyawan setelah orang-orang bersenjata membunuh ratusan jamaah di sebuah masjid di Sinai November lalu. (mel/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mesir 

Berita Terkait

Mesir Bunuh Puluhan Pemberontak

Internasional

Mohamed Salah Masih Cedera

Piala Dunia 2018

IKLAN