Jumat, 21 September 2018 05:33 WIB
pmk

Liga Italia

AC MILAN vs AS ROMA, Tergantung Pipita-Cloc

Redaktur:

Gonzalo Higuain (kiri). AFP PHOTO / ALBERTO PIZZOLI

INDOPOS.CO.ID - Laga antara AC Milan dan AS Roma pada di giornata ketiga dini hari nanti Jumat (31/8) (live beIN Sports 3 pkl 01.30 WIB) tak ubahnya pembuktian siapa tim paling cepat move on. Bagaimana tidak. Keduanya merupakan korban epic comeback di giornata sebelumnya.

Saat melawan Atalanta, Giallorossi yang sudah unggul 3-1 justru disamakan jadi 3-3. Milan lebih apes. Sudah leading 2-0 terlebih dahulu, tim polesan Gennaro Gattuso itu malah keok 2-3 dari Napoli. Musim yang baru, Milan yang sama. Itulah yang ada di benak sebagian besar Milanisti pasca keok dari Partenopei.

Selain menyoroti performa lini belakang, kinerja Gonzalo Higuain dan Edin Dzeko juga tidak lepas kritikan. Untuk hal ini, Dzeko lebih baik karena dia mencetak gol kemenangan Roma di giornata pertama melawan Torino (19/8).

Sedangkan Higuain belum mencetak gol debutnya bagi Milan terlepas dari Milan yang baru memainkan satu pertandingan karena giornata pertama mereka melawan Genoa ditunda lantaran bencana robohnya jembatan Morandi.

“Dua gol kami (ke gawang Napoli, Red) berkat pergerakannya. Meski begitu, kami juga harus memikirkan cara bagaimana memberinya suplai bola lebih baik lagi,” kata Rino seperti dilansir Milan TV.

Pernyataan pelatih 40 tahun tersebut membuat spekulasi bahwa Milan akan menggunakan formasi berbeda dini hari nanti mengemuka. Salah satunya adalah mengganti pakem 4-3-3 ke 4-2-3-1. Sebagaimana diketahui, formasi 4-2-3-1 akrab digunakan dua klub Pipita sebelumnya, Napoli dan Juventus.

Meski sudah ada fakta, pergantian formasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, sejak ditukangi Vincenzo Montella dan Gattuso, Milan memang lebih akrab dengan 4-3-3 yang artinya membutuhkan waktu tidak sedikit untuk beradaptasi dengan 4-2-3-1 dalam waktu singkat.

Namun, melihat performa Pipita selama berlaga San Siro harapan Milan mereguk tre punti dari Giallorossi sedikit lebih besar. Dari 11 laga di San Siro, melawan Milan dan Inter Milan, striker timnas Argentina itu mencetak 5 gol dan membukukan 1 assist. Catatan tersebut dibukukan Higuain saat berkostum Napoli, Juve, dan Real Madrid.

Bagaimana dengan Dzeko? Meski tidak sesering Higuain saat berlaga di San Siro, striker berjuluk Kloc itu lebih efektif daripada Higuain bila bertanding di stadion yang memiliki 80.018 tempat duduk itu. Eks striker Manchester City tersebut tampil dalam 7 laga dengan 3 gol dan 3 assist.

Bagaimana cara allenatore Roma Eusebio Di Francesco membuat Dzeko kembali meledak di San Siro? Pelatih 48 tahun tersebut tidak menutup kans bahwa timnya bisa bermain di luar pakem 4-2-1-3 melawan Milan.

Apalagi, dua pilar Diego Perotti dan Alesandro Florenzi dipastikan absen karena cedera. Meski begitu, Di Francesco masih bisa mengoptimalkan beberapa penggawa anyar yang baru dibelinya di bursa transfer lalu untuk mengisi posisi kedua pemain tersebut.

“Saya marah karena kami tidak mengeluarkan semua potensi yang ada (saat ditahan Atalanta, Red). Melawan Milan, saya ingin melihat performa dan respon (hasil dari laga melawan Atalanta, Red) dengan luar biasa,” ucap pelatih yang baru saja menjalani operasi patah metatarsal tangan kiri itu. (io/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ac-milan #as-roma 

Berita Terkait

Applaus untuk Reina, Boo untuk Pipita

Liga Italia

Setelah Pipita, Milan Terpikat Bernard

Total Football

Kans Amunisi Usang AS Roma Tunjukkan Kelas

Liga Italia

Milan Bisa Kembali Aktif di Transfer Window

Liga Italia

Auf Wiedersehen Loris Karius

Liga Italia

IKLAN