Rabu, 14 November 2018 02:09 WIB
pmk

Nasional

Laporan Mahar Politik Sandi Dihentikan, Andi Arief Tuding Bawaslu Pemalas

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang merupakan saksi kunci, menuding para komisioner Bawaslu pemalas dan tidak serius dalam memproses laporan dugaan kasus mahar politik Sandiaga Uno ke PAN dan PKS. Alhasil, laporan yang dibuat oleh Wakil Ketua Umum LSM Federasi Indonesia Bersatu (Fiber), Frits Bramy Daniel dihentikan lantaran tak didapat bukti kuat.

"Bawaslu pemalas dan nggak serius," tuding Arief saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Ia juga menyindir para komisioner Bawaslu lantaran tak bisa memperoleh keterangan dari dirinya karena pada saat pemanggilan, ia tengah berada di luar kota.

"Jadi komisioner hanya duduk di belakang meja itu sih bukan pengawas namanya, tapi mirip mandor jaman belanda. Untuk apa Bawaslu dibiayai mahal oleh negara kalau soal jarak saja gak bisa mereka pecahkan. Jakarta - Lampung kan hanya urusan 1 jam via pesawat," urainya.

"Kalau serius kan bisa kejar keterangan saya ke Lampung beberapa waktu lalu," imbuh anak buah SBY itu.

Menanggapi tudingan Arief, Bawaslu dalam pengawasannya selalu menjalankan fungsi ajudikasi dan penanganan pelanggaran.

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar menuturkan, berdasarkan perbawaslu, undangan telah dikirim sebanyak dua kali dan harus diperiksa di Bawaslu RI karena laporannya ke pusat.

"Kalau misalnya laporannya di Bawaslu Lampung, silakan diperiksa disana, tapi ini kan dilaporkan di Bawaslu RI, sudah jadi kewajiban Bawaslu RI, untuk melaksanakan apa yang jadi tanggungjawab kami," jelas Fritz.

Ia menegaskan, berdasarkan hal tersebut maka Arief harus hadir dan harus diperiksa. Kata Fritz, ada penandatanganan dokumen langsung yang harus dilaksanakan. "Tapi karena beliau tidak hadir tidak bisa Kmi laksanakan seperti keinginan AA (Andi Arief)," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mahar-politik #partai-demokrat #pilpres-2019 #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN