Jumat, 21 September 2018 03:06 WIB
pmk

Liga Indonesia

Pelatih Debutan Belum Meyakinkan

Redaktur:

FALAHI MUBAROK/ RADAR MALANG

INDOPOS.CO.ID - Kompetisi Liga 1 tampaknya kurang ramah bagi para pelatih debutan. Kecuali Persib Bandung, tim yang ditangani pelatih debutan terseok di papan bawah.

Beban besar ada di pundak Milan Petrovic kala menggantikan Joko Susilo di pekan ke-9. Dia menjadi pelatih kala Arema FC berada di posisi buncit. Sebuah musim debut yang sulut bagi pelatih asal Serbia itu.

Tapi, beban berat berhasil diatasi. Perlahan, posisi Arema FC mulai terkerek. Kini, Singo Edan, julukan Arema FC- ada di posisi ke-14 dengan 25 poin. Hasil dari lima kemenangan, empat seri dan tiga kali kalah.

Memang, mereka hanya terpaut empat poin dari PS Tira di zona degradasi. Tapi, setidaknya hal itu membuat posisi Arema FC sedikit aman. Namun, hal itu dinilai belum cukup. “Saya akan berushaa berikan yang terbaik untuk Aremania. Tentu saya akan bekerja keras,” kata pelatih asal Serbia itu.

Beban besar juga dipikul Vicenzo Annese kala ditunjuk sebagai pelatih PSIS Semarang. Manajemen PSIS sampai berani mendepak Subangkit tepat satu pekan sebelum kick off Liga 1 dimulai. Kedatangan Annese diharapkan mampu mengembalikan kejayaan PSIS.

Sayang, harapan itu sirna. Performa Laskar Mahesa Jenar di bawah kendali pelatih 33 tahun cukup buruk. Hanya lima kemenangan yang dipersembahkan dari 20 laga. Sisanya, lima kali imbang serta menderita sepuluh kekalahan.

Alhasil, PSIS terperosok di zona merah. Mereka ada di posisi ke-17 dengan torehan 20 poin. Hasil yang membuat Annese terdepak dan kemudian digantikan Jafri Sastra, Kamis (23/8) lalu. Meski dipecat, pelatih kelahiran 2 September 1984 itu tak sakit hati. “Saya mencintai PSIS. Saya doakan yang terbaik untuk mereka,”puji Annese.

Mitra Kukar juga sama. Punya target tinggi kala menunjuk pelatih asal Spanyol, Rafael Berges. Tapi, racikan Berges malah melempem. Dia mundur saat Mitra Kukar berada di posisi ke-15. Kini, dia menjadi direktur olahraga tim Segunda Division Spanyol, Cordoba.

Kondisi hampir sama terjadi di Perseru Serui. Manajemen berani menunjuk I Putu Gede sebagai pelatih kepala. Padahal, sebelumnya, mantan pemain Persebaya Surabaya itu hanya menjadi pelatih di tim Liga 3, Persibo Bojonegoro.

Tapi, manajemen Perseru punya keyakinan tinggi. Putu Gede ditargetkan mampu membawa Perseru ke posisi yang jauh lebih baik dari musim lalu, yakni 15. Atau minimal tidak bersaing dengan klub lain untuk menghindari zona merah.

Tapi, hal itu masih sulit terwujud. Mereka masih saja tetap bersaing untuk menghindari zona merah. Hingga pekan ke-20, Perseru masih terpaku di posisi ke-15 dengan 23 poin. Hanya terpaut dua poin dari PS Tira di zona degradasi. Meski begitu, posisi Putu Gede masih aman.

“Kendalanya adalah tim-tim di Liga 1 punya komposisi pemain yang merata. Mereka banyak berkembang. Kami selalu menempuh perjalanan jauh setiap Minggu. Itu menguras tenaga pemain,” keluh pelatih asli Denpasar itu.

Dia juga mengeluhkan jadwal tanding antara home dan away yang hanya berjarak satu pekan. Kecuali tandang ke Persipura Jayapura, perjalanan dari Serui untuk away ke tim lain memang tidak sebentar. Butuh perjuangan. “Tapi saya tetap optimis (lolos dari degradasi). Anak-anak punya motivasi yang sangat tinggi,” tambah Putu.

Tapi, tak semua pelatih debutan merana. Bersama Persib Bandung, Mario Gomez mampu menunjukan kualitasnya. Pria Argentina itu membawa Persib di puncak klasemen dengan torehan 35 poin. Dia membuktikan bahwa manajemen Maung Bandung –julukan Persib- tak salah berharap banyak padanya.

Ya, pelatih 61 tahun itu memang kenyang pengalaman. Dia pernah menjadi asisten pelatih Hector Cupper di Valencia dan Inter Milan. Sebelum ke Persib, dia melatih klub Malaysia Johor Darul Ta’zim (JDT). Catatanya apik. Membawa JDT juara Liga Malaysia musim 2016 dan 2017.

Penagalaman di Malaysia membuatnya tak kesulitan ketika mendarat di Bandung. Usai tanpa kemenangan di dua laga awal, performa Persib langsung garang. Kemenangan 4-3 atas Persebaya (26/7) membawa mereka menjadi juara paruh musim. “Saya selalu sampaikan ke pemain untuk tetap bekerja keras di setiap laga,” kata Gomez. (gus/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #arema-fc #ps-tira 

Berita Terkait

PS Tira vs PSM, Momen Tim Tamu Putus Tren Buruk

Liga Indonesia

Jamu Madura United, Singo Edan Mengamuk

Liga Indonesia

Arema FC vs Madura United, Siapkan “Kuburan” Sape Kerrap

Liga Indonesia

Belum Berhenti Buru Poin, Nil Amati Rekaman Away PSM

Liga Indonesia

Persib Putus Rekor Buruk atas Arema

Liga Indonesia

Hadapi Persib, Arema Abaikan Rekor Pertemuan

Liga Indonesia

IKLAN