Kamis, 15 November 2018 01:40 WIB
pmk

Liga Indonesia

Masih Berharap Bonus Terbayar, Tim Analisis PSM Bakal Batal Berangkat

Redaktur:

M Rahmat. Foto. MUHAMMAD IDHAM AMA/FAJAR/JPG

INDOPOS.CO.ID - Krisis finansial mulai menerpa manajemen PSM. Setidaknya terlihat dari bonus pemain untuk enam laga belum terbayar. Tertunggaknya pembayaran bakal berimbas ke program.

Jeda Liga 1 musim ini memang sangat panjang. Akan tetapi, itu bukan alasan prestasi PSM akan semakin menurun. Jeda kompetisi yang panjang wajib digunakan untuk kembali memaksimalkan strategi dan peran masing-masing selama menjalankan taktik pelatih.

Membaca permainan lawan juga perlu. Tim pelatih PSM pun sudah sadar akan hal itu. Karena itu, informasi yang diperoleh dari manajemen PSM, tim pelatih akan menurunkan tim pemantau saat Barito Putera melakoni laga persahabatan kontra Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu besok (2/9).

Meski manajemen tidak menyebut nama-nama tim yang akan diutus, tetapi besar kemungkinan yang ditunjuk untuk memantau khusus persiapan Laskar Antasari itu adalah Imran Amirullah. Selama ini, mantan pemain PSM era galatama itu tidak hanya menjadi asisten pelatih, tetapi ia juga memimpin tim analisis PSM.

Hanya saja, program ini terancam gagal jalan. Krisis finansial menerpa manajemen PSM. Pelatih PSM Robert Alberts mengatakan, pihaknya memang akan mengirim tim analisis untuk memantau persiapan Barito Putera saat uji coba kontra Madura United. Tetapi, itu bakal sulit terealisasi.

"Tentu saja saya ingin siapkan untuk memantau mereka. Tetapi, kami tidak punya uang untuk itu," keluhnya usai laga. Pelatih berpaspor Belanda itu juga mengetahui bahwa persiapan klub lain sangat matang selama jeda kompetisi ini. Termasuk calon lawannya Barito Putera.

Sebaliknya, timnya hanya melakoni laga uji coba dengan tim lokal. Makanya, ia gusar karena ia masih miss komunikasi dengan CEO PT PSM, Munafri Arifuddin hingga membuat programnya sedikit terganggu. "Saya tahu dan juga sudah siapkan jauh hari program, tetapi itulah kenyataannya. Pilihan tim lokal harus saya gunakan semaksimal mungkin," jelasnya.

Tak hanya programnya yang batal, Pelatih yang sukses membawa Arema Malang juara pada 2009/2010 itu menyebut bahwa krisis ini juga berimbas kepada bonus pemain yang belum terbayarkan selama enam laga. Kondisi ini membuatnya harus bisa menyiasati membangun semangat timnya.

Agar kondisi tim itu tidak menggangu performa pemainnya di lapangan. "Tim mana yang tidak terganggu oleh itu (bonus belum terbayar). Dan ini sudah berjalan jauh sebelumnya. Di sini pemain mempunyai semangat bagus. Dan kami coba untuk membantu PSM. Terus berjalan. Kami punya keyakinan suatu saat akan diselesaikan," imbuhnya.

Sekretaris PSM, Andi Widya Syadzwina mengatakan ia belum mengetahui pasti akan bonus pemain yang belum terbayarkan. Termasuk jika keinginan pelatih mengirim tim analisisnya memantau Barito Putera. "Soal bonus saya belum tahu. Saya harus konfirmasi ke keuangan dan CEO. Soalnya Pak Appi belum pulang dari ibadah haji. Saya juga belum bisa kontak beliau. Kita tunggu saja sampai Pak Appi kembali ke Makassar," ucapnya. (abd/amr/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #psm-makassar 

Berita Terkait

Da Silva Belum Pasti, Masih Ada Osvaldo

Liga Indonesia

Kunci Menuju Takhta

Liga Indonesia

Tandang Terburuk Putaran Kedua

Liga Indonesia

Misi Sulit di Makassar

Liga Indonesia

Pertahankan The Winning Team

Liga Indonesia

Tak Masuk Timnas, Tak Masalah

Liga Indonesia

IKLAN