Rabu, 21 November 2018 05:12 WIB
pmk

Indotainment

Plot Twist yang Mengejutkan, Film Searching Kuras Emosi Penonton

Redaktur:

MENEGANGKAN - Petugas kepolisian menelusuri remaja yang hilang setelah update status di dunia maya. SUNDANCE INSTITIUTE

INDOPOS.CO.ID - Pendam segala rasa sok tahu saat nonton film Searching. Debut film besar Aneesh Chaganty itu punya plot twist yang mengejutkan. Jangan sampai beranjak dari kursi atau Anda akan ketinggalan banyak clue. Penonton akan melihat kehidupan David (John Cho) dan keluarga kecilnya melalui kamera di layar komputernya. Mulai hal-hal yang membahagiakan sampai momen mengharukan ketika sang istri, Pam (Sara Sohn), meninggal dunia. Sejak saat itu, David hidup berdua dengan putrinya yang duduk di bangku SMA, Margot Kim (Michelle La). Sehari-hari David dan Margot bertukar kabar melalui media sosial. Mulai  FaceTime, e-mail, hingga iMessage.

Semua hal berjalan baik hingga suatu hari Margot tak pulang ke rumah. Merasa ada yang janggal, David menelepon polisi. Seorang detektif bernama Rosemary Vick (Debra Messing) ditunjuk untuk memimpin investigasi itu. David ikut turun tangan langsung dan beraksi bagai seorang detektif digital. Berbekal layar monitor dan koneksi internet, dia menelusuri satu demi satu petunjuk yang membawanya kepada Margot.

Bersiaplah. Karakter yang mungkin Anda curigai di awal film bisa jadi bukan pelakunya. Cukup sulit menebak jalan cerita film yang ditulis sendiri oleh Chaganty tersebut. Penonton ”dipaksa” ikut mengamati petunjuk online yang ada bersama David. ’’Di atas kertas, Searching itu tentang seorang gadis yang hilang. Tapi, di layar, ini tentang kesulitan menavigasi jejak digital yang ditinggalkannya,’’ kata Aja Romano, reviewer dari Vox.

Sekali lagi, Searching bukanlah film horror. Tapi, mampu menyajikan ketegangan yang terasa nyata dan alami. Menulis sebuah film yang ditampilkan sebatas layar monitor diakui sutradara keturunan India-Amerika itu berbeda dengan menulis skenario film biasa. Menurut dia, orang pasti kebingungan membaca skenario yang ditulisnya. ’’Itu ditulis seperti sebuah buku yang membuatnya lebih mudah dalam menyampaikan cerita,’’ kata Chaganty sebagaimana dilansir dari Indian Express.

Searching memang tak pernah menjanjikan tampilan visual yang sempurna bak film laga atau drama pada umumnya. Seluruh kisah keluarga David itu dikemas dalam tampilan layar komputer. Gambar yang diambil berdasar sudut pandang kamera pengintai, kamera komputer, dan siaran live pada TV.

Website yang digunakan pun memiliki tampilan asli, bukan dibuat khusus untuk keperluan film. ’’Pada akhirnya, kamu akan lupa kalau kamu menontonnya dari sebuah webcam atau kamera keamanan,’’ tulis reviewer Houston Chronichles, Cary Darling. Cerita yang khas ditemukan dalam sebuah keluarga modern yang tak bisa lepas dari gawai. Karena itulah, film tersebut terasa dekat dengan penonton.

Satu lagi, kemampuan akting Cho patut diacungi dua jempol. Berperan sebagai pahlawan dalam film tersebut, Cho mampu memainkan ekspresi wajah dan bahasa tubuh dengan apik. Aktor Star Trek (2009) itu tahu bagaimana bersikap layaknya seorang ayah yang kehilangan putri tercinta. ’’Caranya menaikkan alis seperti ulat atau jeda untuk tawa yang tak terduga seolah memanggil agensi casting Hollywood untuk memberinya banyak peran nanti,’’ ujar Leah Greenblatt, kolumnis Entertainment Weekly. (adn/c6/jan)


TOPIK BERITA TERKAIT: #film 

Berita Terkait

Kritikus Nilai Fantastic Beasts 2 Tak Sebagus yang Pertama

Indotainment

Film Ahok Bangkitkan Nasionalisme Pemuda

Jakarta Raya

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Film Keluarga Cemara, Tayang Perdana di JAFF

Indotainment

IKLAN