Rabu, 14 November 2018 08:46 WIB
pmk

Banten Raya

Masyarakat Badui Minta Perluasan Lahan Pertanian

Redaktur:

RITUAL BUDAYA-Ribuan Suku Badui berjalan beriringan menjelang prosesi Seba Badui di Jalan Veteran, Kota Serang, beberapa bulan lalu. DONI KURNIAWAN/DOK/BANTEN RAYA/

INDOPOS.CO.ID - Tokoh masyarakat Baduy Dalam didampingi oleh mantan Menteri Luar Negeri, Hasan Wirayuda meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk menambah perluasan lahan pertanian bagi masyarakat suku Baduy yang berada di lereng Gunung Kendeng,Kecamatan Leuwidamar.    

Sebagai pendamping tokoh masyarakat Baduy, Hasan Wirayuda mengatakan, kehadirannya selain untuk bersilaturahmi, sekaligus menyampaikan permohonan masyarakat Baduy terkait usulan perluasan lahan pertanian bagi mereka. “Kami harapkan usulan kami ini dapat diteruskan kepada  Menteri Lingkungan Hidup, karena kami mengharapkan bantuan serta rekomendasi dari Bupati Lebak,” ujar Hasan.

Sementara Ayah Mursid, tokoh masyarakat Baduy Dalam juga berharap agar pemerintah dalam hal ini bapak gede (presiden-Red) dapat merealiasikan permohonan  masyarakat Baduy ini, memgingat lahan pertanian milik suku Baduy saat ini semakin sempit, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk di sana.

Ayah Mursid  mengusulkan adanya penambahan lahan pertanian untuk masyarakat suku Baduy seluas 2 ribu hektare. “Kami membutuhkan lahan pertanian untuk kesejahteraan masyarakat Baduy, mohon Pemda untuk mengarahkan kami agar pemohonan kami ini dapat dipenuhi oleh bapa gede,”  kata Ayah Mursid.

Ia mengaku sudah datang berjalan kaki ke Jakarta dan bertemu langsung dengan Dirjen Kementerian LH yang akan membantu proses penambahan lahan pertanian bagi suku Baduy pada saat peringatan hari Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu. ”Usulan ini sudah kami sampaikan langsung kepada Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup, saat perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Jakarta,” cetusnya.

Wakil Bupati Lebak, AdeSumradi merespon positif dan langsung memerintahkan OPD terkait untuk segera melakukan cross ceck ke lapangan. Wabup mengaku bahwa usulan ini pernah disampaikan pada tahun 2016 lalu saat ada prosesi Seba Baduy. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah pusat, karena lahan yang diusulkan ada dalam penguasaan Perum Perhutani.

Menurut Wabup, lahan yang sekarang dalam pengusaan Baduy ± 5000 hekatare yang tertuang dalam Peraturan Daerah. “Kami siap membantu, jika usulan ini disetujui oleh pemerintah pusat, kami siap merevisi Perda Hak Ulayat Baduy,” tegasnya. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #suku-badui 

Berita Terkait

IKLAN