Kamis, 22 November 2018 01:37 WIB
pmk

Hukum

BEI Jelaskan Persoalan Saham BFIN kepada Mabes Polri

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memanggil pihak PT Bursa Efek Indonesia atas persoalan perpindahan sebanyak 32,32% saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) yang diklaim milik PT Aryaputra Teguharta (APT).

Dalam panggilan itu, tim BEI menjelaskan proses perpindahan kepemilikan saham BFIN dari periode tertentu hingga saat ini kepada Mabes Polri.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna, semua proses perpindahan tersebut telah dilaporkan oleh BFIN kepada bursa, sesuai dengan good corporate governance (GCG). Sehingga laporan perpindahan itu dapat diterima oleh BEI.

“Intinya secara substansi yang ditanyakan dari laporan keuangan bisa dilihat perubahan atas pemilikan saham. Bursa menjelaskan perubahan dari periode-ke periode seperti apa,” kata Nyoman melalui pesan elektronik, Jumat (31/8/2018).

Seperti diketahui, selain menggugat Kementerian Hukum dan HAM terkait perubahan akta kepemilikan BFI di PTUN Jakarta, APT juga mengajukan laporan pidana di Bareskrim Mabes Polri. Sebelumnya, APT juga mengancam untuk menggugat BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika otoritas bursa tersebut tidak memenuhi permintaan APT dengan mensuspend dan mendelisting saham BFIN.

Namun, baik BEI maupun OJK secara tegas menolak permintaan tanpa dasar dari APT itu. "Sepanjang kasus hukum yang ada tidak mengakibatkan dampak pada peran bursa di atas, maka perdagangan efek dapat terus berlangsung," ujar Nyoman.

Berdasarkan data BKPM, APT merupakan Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan izin Nomor 2/1/PPM/V/PMA/2011 yang kemudian diubah menjadi Izin Prinsip dengan Nomor 713/1/IP/PMA/2017.
Adapun APT dimiliki oleh Media Horizon Limited, dan Singa Finance Company Limited. Kedua perusahaan tersebut berada di offshores Incorporations Centre, Victoria, Mahe, Negara Republik Seychelles. Dalam susunan perusahaan APT, hanya terdapat dua nama, yakni Hari Dhoho Tampubolon sebagai Direktur, dan Franciscus Suciyanto sebagai komisaris.

Saat ini APT berkantor di sebuah ruko di Komplek Rukan Atap Merah Blok E 6, di Jalan Jalan Pecenongan 72 RT 002 RW 004 Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir Jakarta Pusat, sebuah kawasan perkantoran yang dikelola oleh PT Sanggraha Dhika, anak usaha PT Arthavest Tbk.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bareskrim #bei #persoalan-saham-bfin-kepada-mabes-polri 

Berita Terkait

BEI Perdalam Pasar pada Inisiatif Digital

Ekonomi

Bareskrim Diminta Penuhi Petunjuk Kejagung

Hukum

Desak Otoritas Pasar Bekukan Saham BFIN

Ekonomi

Suspensi Dibuka, Saham MDIA Melejit 0,62 Persen

Indobisnis

Digodok, Satu Lot Berisi 20 Saham

Ekonomi

IKLAN