Selasa, 13 November 2018 12:13 WIB
pmk

Politik

Polemik Lolosnya Bekas Koruptor Nyaleg, Harusnya Parpol yang Dihukum

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Polemik lolosnya enam bekas koruptor menjadi caleg terjadi lantaran pakta integritas yang seharusnya menjadi tanggungjawab partai politik telah diabaikan. Sanksi untuk menghukum ini pun belum ada aturan yang jelas dalam Peraturan KPU. Pakta integritas hanya dijadikan sebagai pajangan moral saja.

Ketua Bawaslu Abhan menuturkan, pihaknya telah menyesuaikan aturan perundang-undangan ketika meloloskan enam bacaleg yang mengajukan sengketa lantaran dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam pencalegan oleh KPU.

"(Panwaslu) sudah sesuai dengan Undang-Undang atau PKPU," tegas Abhan di Kantornya jalan MH Thamrin nomor 72 Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Adapun banyak pihak yang menentang keputusan Bawaslu, menurut Abhan, harusnya semua pihak melihat aturan yang berlaku, dalam hal ini Peraturan KPU nomor 20 tahun 2018 mengenai pencalegan. Di pasal 6 ayat 1 huruf (e) disebutkan bahwa parpol harus menandatangani pakta integritas sebagai bentuk tanggungjawab mengajukan bacaleg yang bebas dari korupsi.

Kata dia, bila sebuah perjanjian yang tidak bisa dipenuhi parpol untuk menghadirkan bacaleg yang bersih, harusnya yang dihukum ialah parpolnya bukan justru caleg yang bersangkutan.

"Kalau sebuah perikatan yang wanprestasi itu adalah ketum dan sekjen (parpol) hukum lah partainya, bukan calonnya. Ini kan (pakta integritas ada) di syarat pencalonan, bukan syarat calon," jelas Abhan.

Meski begitu, di PKPU tersebut tak ada sanksi yang harus diberikan terhadap parpol ketika tidak memenuhi pakta integritas. "Ini nggak juga ditemukan," katanya.

"Di PKPU 20/2018 kalau (parpol) tidak memenuhi pakta integritas gimana? ya itu nggak ada norma itu," imbuh Abhan.

Ia sekali lagi menegaskan bahwa dalam PKPU 20/2018 mengenai syarat calon tidak muncul larangan napi koruptor nyaleg. "Ini yang saya kira KPU tak publikasi kan juga itu," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #polemik-lolosnya-bekas-koruptor-nyaleg #koruptor-menjadi-caleg 

Berita Terkait

IKLAN