Jumat, 16 November 2018 02:13 WIB
pmk

Nasional

Wiranto Ingatkan Camat soal Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Redaktur: Ali Rahman

Menko Polhukam Wiranto saat menyampaikan sambutan pada rapat koordinasi regional I di Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (30/8/2018). Foto: Kemendagri RI untuk INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu dikatakan Wiranto kepada para camat yang menghadiri acara rapat koordinasi regional I di Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (30/8/2018).

"Indonesia itu satu sebenarnya jadi kalau ada orang yang mengatakan macem-macem suku bangsa terpecah belah oh tidak. Memang betul kita, bapak presiden sering mengatakan 14 suku bangsa ada lebih dari 1100 bahasa daerah tapi tetep satu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," kata Wiranto melalui keterangan pers, Jumat (31/8/2018).

Dalam kesempatan itu, Wiranto juga mengajak para camat ikut menyemai nilai-nilai kebangsaan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena, baginya, NKRI adalah harga mati.

Mantan Panglima TNI itu pun lantas bercerita saat dirinya mendampingi Wakil Presiden menerima delegasi Afghanistan yang coba datang ke Indonesia untuk mengetahui rahasianya apa. Mereka heran Indonesia tetap satu tapi terdiri dari banyak suku bangsa.

"Karena mereka hanya tujuh suku bangsa. Untuk merukunkan. Dan alhasil ada suatu musyawarah Islam di Bogor yang kemudian mencetuskan deklarasi damai di Afghanistan bantuan masyarakat Islam dunia untuk merukunkan dan membangun perdamaian di Afghanistan," kata Wiranto.

Maka lanjut Wiranto, kalau sekarang di Indonesia masih meributkan persatuan, meributkan sesuatu yang tidak perlu, misalnya hoax, ujaran kebencian dan organisasi terlarang, ini mengherankan. Sementara bangsa lain mengagumi Indonesia. Mengagumi persatuan di Indonesia.

"Kita heran mengapa kita yang sudah dikagumi bangsa lain persatuan kita masih ada diantara kita yang mencoba untuk mengubah persatuan kita," katanya.

Dalam konteks inilah, kata Wiranto, peran camat sangat penting. Camat yang berhubungan langsung dengan kepala desa, dengan masyarakat di bawah, adalah aparatur di garda depan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

"Jadi Pak Mendagri tadi sudah mengutarakan dimana sekarang posisi peran kecamatan dalam konteks NKRI, dalam konteks desentralisasi. Apakah camat terus tunggu perintah dari atas, itu namanya sentralisasi. Apakah camat petunjuk dari atas, namanya sentralisasi. Camat mempunyai suatu keleluasaan secara berjenjang dari atas ke bawah untuk mengatur wilayahnya sendiri," katanya dalam acara yang juga dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo itu.

Camat kata dia, tidak sekedar aparatur pemerintahan. Tapi camat adalah penjaga NKRI. Camat adalah tangan negara. Lewat camat, negara dihadirkan di tengah masyarakat.

"Saya hanya ingin mengingatkan bagaimana peran camat dalam konteks NKRI menghadapi satu tantangan global. Menghadapi satu persaingan global. Kita harus bersatu. Jagalah persatuan ini. Karena ini modal kita menghadapi tantangan," kata Wiranto.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #menko-polhukam-wiranto #persatuan-dan-kesatuan-bangsa #camat 

Berita Terkait

IKLAN