Rabu, 14 November 2018 10:22 WIB
pmk

Hukum

Terjaring OTT, MA Copot Ketua dan Wakil Ketua PN Medan

Redaktur: Ali Rahman

Gedung Mahkamah Agung (MA)

INDOPOS.CO.ID - Mahkamah Agung (MA) mengambil tindakan tegas dengan mencopot Ketua PN Medan Dr Marsudin Nainggolan dan wakilnya, Wahyu Setyo Wibowo.

Dua nama tersebut terjating Operasi Tangap Tangan (OTT) KPK, Walaupun saat diperiksa oleh KPK, kedua Hakim itu dilepaskan karena tidak memiliki cukup bukti.

Pencopotoan itu kedua Hakim itu dilansir di website resmi MA, Jumat (31/8/2018). Keduanya dicopot dari jabatannya dan dinonpalukan sebagai hakim yustisial. Padahal sebentar lagi Hakim Marsudin akan dilantik menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar dan Wahyu menjadi Ketua PN Serang.

KPK sebelumnya menangkap empat orang hakim yakni Merry Purba, Sontan Merauke Sinaga termasuk Marsudin dan Wahyu. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, hanya Merry yang dijerat KPK sebagai tersangka.

Merry bersama panitera pengganti PN Medan Helpandi diduga menerima suap dari Tamin Sukardi, seorang terdakwa yang perkaranya diadili Merry.

Merry duduk sebagai hakim anggota bersama Sontan dengan ketua majelis hakim Wahyu. Tamin diduga memberikan SGD 280 ribu atau sekitar Rp 3 miliar ke Merry untuk mempengaruhi putusan perkaranya di PN Medan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Merry, Helpandi, dan Tamin serta orang kepercayaan Tamin bernama Hadi Setiawan sebagai tersangka. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ott-di-pn-medan #mahkamah-agung #dr-marsudin-nainggolan #wahyu-setyo-wibowo #ma-copot-pimpinan-pn-medan #kasus-suap-hakim-di-medan #ott-hakim-di-medan #merry-purba 

Berita Terkait

KPK Periksa Merry Purba dan Panitera

Hukum

KPK Periksa Merry Purba dan Panitera

Hukum

IKLAN