Jumat, 21 September 2018 05:09 WIB
pmk

Nasional

Kementan Gerak Cepat Antisipasi Musim Kemarau

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Pertanian terus melakukan upaya-upaya peningkatan produksi padi diseluruh wilayah Indonesia di tengah musim kemarau. Guna mencapai swasembada pangan berkelanjutan, Kementan mendorong petani untuk melakukan aktivitasi pertanaman di sepanjang tahun.

Kebijakan ini perlu mendapat dukungan dengan ketersediaan air cukup terutama pada musim kemarau. Berdasarkan informasi dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau 2018 diperkirakan terjadi mulai Agustus hingga September.

BMKG memprediksi, musim kemarau tahun 2018 ini bakal sedikit lebih panjang dan musim hujan mengalami kemunduran 1- 2 dasa harian. Kondisi ini terjadi karena pengaruh anomali iklim global El-Nino Southern Oscillation (ENSO) pada sebagian wilayah Indonesia.

Areal persawahan terdampak kekeringan hingga periode 13 Agustus 2018 seluas 127.101 ha dan Puso 25.405 ha (Sumber: Ditjen TP, 2018). Kekeringan terbesar terjadi pada bulan Mei- Juli 2018 seluas 87.827 Ha dan sampai terjadi puso seluas 22.153 Ha.

Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi provinsi paling terdampak kekeringan. Persentase puso di Pulau Jawa hanya mencapai 1,42 persen dan di luar Jawa 0.19 persen, sehigga secara nasional lahan sawah terkena puso hanya 0,69 persen.

Dampak puso masih sangat kecil dibanding dengan luas tanam, sehingga tidak akan mengganggu produksi nasional. Kementan sudah mengantisipasi dampak rendah puso sejak awal .

Kementan mengerahkan bantuan bantuan Pompa Air ke petani serta kegiatan pembangunan Embung, Dam Parit, Long Storage, Pompanisasi, Perpipaan dapat menambah pasokan air bagi tanaman terutama di musim kemarau. Selain itu, perbaikan saluran irigasi tersier untuk menjamin volume air cukup sampai pada lahan sawah di ujung saluran.

Guna mempertahankan produksi pertanian, terutama padi dalam menghadapi musim kemarau, Kementerian Pertanian telah menurunkan tim khusus ke Lokasi-Lokasi kekeringan di wilayah sentra produksi padi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana menjelaskan, Kementan membentuk Tim Khusus untuk mengatasi kekeringan.

Fungsi dari tim khusus ini melakukan koordinasi dengan pihak terkait antara lain TNI, Kementerian PUPR serta Pemerintah Daerah. ”Mereka memetakan permasalahan, negosiasi penggelontoran air dari Bendung/Bendungan, serta terlibat langsung melaksanakan pengawalan gilir giring air sesuai jadwal," kata Pending Dadih. (adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementan-ri #antisipasi-musim-kemarau #pending-dadih-permana 

Berita Terkait

IKLAN