Selasa, 20 November 2018 07:23 WIB
pmk

Ekonomi

Penggunaan B20 Bisa Menghemat Devisa USD 2 Milar hingga Akhir Tahun

Redaktur: Ali Rahman

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, usai launching biodiesel B20 di lapangan Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018). Foto: Dhika Noor Alam/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap, penggunaan bahan bakar biodiesel 20 persen (B20) bisa menghemat devisa sebesar USD 2 miliar hingga USD 2 3 miliar hingga akhir tahun.

"Hari ini kita meresmikan, berlakunya mulai besok dengan demikian kita akan bisa menghemat devisa kira-kira USD 2 miliar hingga USD 2,3 miliar hingga akhir tahun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

Munculnya kebijakan Peraturan Presiden No. 66 tahun 2018 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit itu, dianggap mampu mendorong ekspor dan memperlambat impor dalam rangka menyehatkan neraca pembayaran dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Mak ini kebijakannya luas, pertama menyiapkan pariwisata supaya dapat meningkat kunjungan asing. Sehingga devisanya bertambah karena ini salah satu yang dapat mempercepat menaikan devisa. Kebijakan ini bagian dari penerapan online single services (OSS).

Tapi kita tahu orang diundang investasi, tapi hasilnya 3 tahun lagi. Tapi kalau pariwisata bisa cepat. Jadi kita urus mana yang jangka pendek dan menengah jelas petanya. Jadi kira kira itu," jelas Darmin.

"Jadi mari kita berdoa dan berharap dan hasilnya sesuai yang kita perhitungkan. Dengan demikian kalau bisa defisit neraca berjalan dan tidak di atas 3 persen seperti kuartal II maka tekanan kepada kurs kita bisa lebih rendah," harapnya.

Darmin menjelaskan dengan pemberlakuan B20, kebutuhan solar bisa ditekan karena penggunaan minyak sawit mentah / crude palm oil (CPO) meningkat.

"B20 dampaknya nomor satu adalah adalah penjembatan devisa karena diesel atau solarnya dicampur dengan CPO berarti berkurang kebutuhan solarnya. Produksi dan stok CPO tinggi, kalau berkurang solar beberapa bulan ke depan, itu akan menaikkan devisa," tukas Darmin. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kebijakan-biodiesel-b20 #menko-perekonomian-darmin-nasution #penggunaan-b20 

Berita Terkait

IKLAN