Kamis, 20 September 2018 07:49 WIB
pmk

Headline

Selamat Datang, Idrus Marham!

Redaktur:

WARGA TAHANAN KPK – Idrus Marham mengenakan baju orange, usai diperiksa selama lima jam, Jumat (31/8/8/2018). FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID - SETELAH melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Idrus Marham secara intensif selama 5 jam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Idrus Marham.  Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Idrus Marham ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di K4.

"IM (Idrus Marham) ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di K4," kata Febri kepada wartawan di kantornya, Jumat (31/8/2018).

Idrus tiba di Gedung KPK pada pukul 13.37 WIB. Idrus yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam, datang didampingi pengacaranya, Samsul Huda.

Mantan Menteri Sosial tersebut keluar dari Gedung KPK pada pukul 18.29 WIB. Saat keluar dari ruang pemeriksaan di lantai II, Idrus sudah mengenakan rompi tahanan oranye, baju khas tahanan KPK.

Idrus diduga berperan dalam pemberian uang suap terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Menurut KPK, Idrus berperan mendorong agar Eni menerima uang Rp 4 miliar pada November dan Desember 2017, serta Rp 2,2 miliar pada Maret dan Juni 2018.

Semua uang itu diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Eni Maulani Saragih sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Eni diduga menerima suap atas kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Eni diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Commitment fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka karena memberikan suap kepada Eni. Menurut KPK, dalam pengembangan penyidikan diketahui bahwa Idrus ikut membantu dan bersama-sama dengan Eni Maulani menerima suap.

Saat keluar dari Gedung KPK, Idrus Marham mengatakan, bahwa dirinya menghormati proses hukum yang dilakukan KPK.

”Seperti yang sudah saya jelaskan tadi (saat tiba di gedung KPK) dan sebelumnya, bahwa saya menghormati proses hukum yang dilakukan Oleh KPK,” ujar Idrus.

Idrus menuturkan, dirinya siap mengikuti tahapan-tahapan yang berlaku dan semua langkah-langkah yang diambil.

Saat ditanya apakah ia menjelaskan ke KPK bahwa ada pihak lain yang terlibat dari Partai Golkar, Idrus mengaku tidak membicarakan hal tersebut. ”Oh nggak. Saya tidak bicara masalah itu. Biar nanti penyidik menyampaikan,” paparnya

Dikatakan, ia tidak mungkin memberi penjelasan yang dapat mengganggu proses penyidikan KPK. “Hari ini memang merupakan pemeriksaan perdana saya sebagai tersangka. Ada tahapan, kita tidak boleh menceritakan sesuatu yang belum sampai tahapan-tahapan yang ada,” katanya.

Menurut Idrus, KPK punya logika hukum. “Jangan kita melihat dalan logika kita sendiri. Kita juga harus melihat dalam logika hukum,” pungkasnya.  (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-suap-proyek-pltu-riau #setya-novanto #korupsi #idrus-marham 

Berita Terkait

IKLAN