Senin, 19 November 2018 04:08 WIB
pmk

Indotainment

Kesaksian Ibu Ditolak, Roro Menangis

Redaktur:

SEDIHRoro Fitria menghadapi persidangan, menggunakan baju tahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. YULIANI/JAWAPOS

INDOPOS.CO.ID - Sidang lanjutan kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa Roro Fitria kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (30/8). Sayangnya, ibunda Roro Fitria, Hj.Raden Retno Winingsih batal didengarkan kesaksiannya.

Majelis hakim PN Jaksel menolak Retno menjadi saksi. Sebab, ibu dari Roro Fitria itu sudah berada di rungan persidangan dari awal. Bahkan, Retno dikatakan selalu datang mengikuti sidang Roro Fitria.

"Kalau dia (Retno) mau jadi saksi jangan duduk di sini. Saya lihat setiap persidangan ada di sini, atau mau saya beri kesempatan yang lain?" kata Ketua Majelis hakim, Irwan.

Oleh karena kesaksian Retno urung didengarkan. Sebaliknya, majelis hakim memberikan kesempatan pada pihak Roro untuk membawa saksi meringankan lain guna didengar keterangannya.

"Ada pembantu saya, namanya Dewi," jawab Roro ketika ditanya hakim perihal saksi meringankan lainnya.

Mendapati kondisi tersebut Roro Fitria mengaku sudah tidak sanggup lagi mendekam di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dia mengungkapkan curahan hatinya usai menghadiri sidang kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Iya, mohon doanya temen-temen, saya udah enggak kuat hidup di penjara (rutan)," kata Roro Fitria seraya menangis saat digiring menuju mobil tahanan.

Roro Fitria memang tampak lebih emosional lantaran ibunya, Hj. Raden Retno Winingsih tak bisa memberi kesaksian untuk dirinya. Diketahui, Roro Fitria ditangkap pada 14 Februari 2018 setelah terbukti memesan narkoba jenis sabu-sabu dari temannya yang seorang fotografer bernama Wawan.

Kala itu, Wawan mengaku membeli sabu atas pesanan artis Roro Fitria sehingga petugas turut mengamankan Roro Fitria di kediamannya kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Sejak itu, Roro ditahan di ruang tahanan Dirnarkoba Polda Metro Jaya. Kemudian, pada akhir Mei, Roro dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. (ce1/agi/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #roro-fitria #narkoba #artis-terjerat-narkoba #artis-dalam-negeri 

Berita Terkait

IKLAN