Jumat, 21 September 2018 11:20 WIB
pmk

Indotainment

Jadi Dewa Tuak di Film Wiro Sableng, Andy /Rif Muntah-Muntah

Redaktur:

Andy /Rif ternyata pernah satu perguruan dengan Yayan Ruhian di Bandung. Mereka kembali dipertemukan dalam film 'Wiro Sableng'. (istimewa/jpc)

INDOPOS.CO.ID - Vokalis band /Rif, Andy, bermain di film Wiro Sableng sebagai pendekar Dewa Tuak. Sebagai seorang pendekar, musisi berusia 49 tahun ini dituntut untuk bisa melakukan adegan bertarung sambil mabuk dengan lawan mainnya.

Hal tersebut tak terlalu masalah bagi Andy /Rif yang bernama asli Restu Triandy ini. Pasalnya, dia pernah satu perguruan silat bersama Yayan Ruhiyan di Silat Tenaga Dalam Dasar di Bandung. Namun, Andy sempat muntah-muntah karena lama tak melakukan aksi beladiri.

"Sebenarnya saya alumni pensiunan satu perguruan sama kang Yayan. Dulu saya satu perguruan di Bandung bareng, tapi saya sudah lama tidak aktif. Baru ini lagi aktif jadi muntah-muntah. Fisiknya harus digempur dan dibalikin lagi kayak dulu," ungkap pelantun lagi 'ku Jadi Radja' ini, beberapa waktu lalu.

Namun, kembali melakukan aksi silat membuat Andy bernostalgia akan kenangan lalu. Berkat latihannya bersama Yayan Ruhiyan dan tim, ia pun merasa senang bisa tergabung dalam proyek film legendaris ini.

"Saya dilatih oleh tim dari kang Yayan, ada lima orang yang melatih semua pemain. Jadi, para pemain dilatih fighting koreo. Dan saat saya bermain, misalnya adegan fight-nya pendek tapi latihannya cukup panjang, sampai satu bulan dan itu masih ada penyesuaian dari tempat latihan dan set. Cukup menyenangkan sih," lanjut pria kelahiran Bandung 12 Oktober 1968.

Dalam film Wiro Sableng, Andy /Rif didandani sebagai pendekar tuak berusia 60-an. Namun, Andy justru merasa lebih tampan di film.

"Tantangannya tampil jadi kakek-kakek pemabuk tapi jago sih, saya juga kaget setelah nonton kok gantengan saya di sini," pungkas Andy /Rif.

Untuk diketahui, film yang ber-settingabad ke 16 itu menampilkan koreo laga dan kostum yang murni Indonesia. Berbagai hasil gambar untuk efek Computer-generated imagery (CGI) dilakukan demi  memoles adegan dan latar agar nampak baik. Efek CGI yang sempat menuai kritik penggemar saat peluncuran teaser adegan Wiro dan Bujang Gila Tapak Sakti di atas pohon di pinggiran jurang pun sudah diperhalus hingga menampilkan hasil yang baik.

Film kerjasama Lifelike Pictures dengan 20th Century Fox itu sudah tayang di bioskop-bioskop di seluruh indonesia sejak Kamis (30/8/20180. (yln/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #film #artis-dalam-negeri 

Berita Terkait

Joker tanpa Riasan Badut

Indotainment

Cinta dan Kehidupan Jadi Inspirasi Lagu Ricky Rantung

Indotainment

The Sacred Riana Difilmkan, Syuting pun Nyaris Tak Bicara

Indotainment

Mengintip Proses Syuting Bumi Manusia

Indotainment

Nirina Zubir Angkat Budaya Minang

Indotainment

Nirina Zubir Angkat Budaya Minang

Indotainment

IKLAN