Sabtu, 22 September 2018 06:26 WIB
pmk

Ekonomi

Kata Prabowo Setelah Nilai Tukar Rupiah Terendah Dalam 20 Tahun

Redaktur: Redjo Prahananda

Prabowo Subianto. Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal pelemahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Dia menegaskan ekonomi bangsa ini harus kuat bila ingin rupiah merangkak naik. “Masalah mata uang (rupiah) melemah karena produksi Indonesia, karena kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Semua harus menyadari," ucap Prabowo di Kawasan Sudirman Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2018).

Mantan Danjen Kopassus itu menuturkan semua pihak harus sadar dengan kondisi sekarang. Prabowo menekankan, perlu perbaikan sistem ekonomi dan sistem politik supaya tidak terjadi kebocoran lagi.

"Situasi ekonomi sulit karena secara sistemik kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia, mengalir ke luar. Ini harus ada perubahan. Intinya itu," tegas Putra Soemitro Djojohadikusumo itu.

Dia menegaskan, pemerintah harus mendukung produksi. Selain itu, agar kekayaan alam bangsa ini tak dijadikan bancakan bangsa asing, semua pihak harus taat kepada Undang-Undang Dasar tahun 1945.

Nilai tukar rupiah sempat ambruk menembus angka Rp 14.800 per USD. Kondisi ini merupakan titik terendah dalam 20 tahun terhadap dolar AS. Penurunan ini dipicu keputusan investor  melepas aset pasar negara berkembang seiring penurunan mata uang peso Argentina. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-gerindra #nilai-tukar-rupiah 

Berita Terkait

IKLAN