Rabu, 26 September 2018 09:50 WIB
pmk

Nasional

Verifikasi Bantuan Korban Gempa NTB Berjalan Lambat

Redaktur:

DOK/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID -  Hari ini, rekonstruksi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dimulai. Meskipun bantuan telah siap, para insinyur sudah diterjunkan, material bangunan sudah didatangkan, namun proses verifikasi bantuan rumah rusak masih lambat. Dari total 78 ribu rumah yang rusak, baru 25 persen diantaranya yang terverifikasi.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengungkapkan, data Pemprov sementara menunjukkan 20 ribu rumah yang telah diverifikasi. “Sementara yang sudah menerima bantuan kurang lebih 5 ribu (Kepala Keluarga,Red),” jelasnya di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jumat (31/8).

Amin mengakui, memang jumlah ini masih sangat kecil. Ia mengatakan kendala utama yang dihadapi adalah minimnya tenaga asessment yang melakukan verifikasi di lapangan. Amin sudah menginstruksikan pada masing-masing pemerintah Kabupaten/Kota di NTB untuk melakukan percepatan.

Nantinya, kata Amin, akan dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota yang akan memuat daftar umah rusak berikut besaran bantuan yang diperoleh secara by name, dan by adress. ”Saya harap 1 atau 2 bulan kedepan sudah bisa selesai semua. 2 bulan itu waktunya seluruh puing-puing selesai dibersihkan,” katanya.

Menko PMK Puan Maharani mengungkapkan, bahwa penyaluran bantuan dana perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Bagi penerima bantuan Rp. 50 juta atau kategori rumah rusak berat, bantuan tahap pertama akan diberikan Rp. 10 juta. Lalu tahap kedua 50 juta lagi. ”Jadi bantuannnya bertahap 5 kali,” katanya. 

Puan menjelaskan, Rp. 10 juta pertama akan diberikan pada warga agar mereka bisa membeli peralatan pertukangan untuk membangun rumahnya kembali. 10 juta selanjutnya diberikan untuk fondasi dan terus berlanjut. Menurut Puan, pembangunan serentak perlu segera dilakukan. Tidak hanya soal rumah, namun juga soal psikologis. ”Agar warga NTB tidak termenung dan berdiam diri lagi itu bisa bikin mereka tidak sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.

Wagub Muhammad Amin mengakui, keinginan Pemprov NTB sebenarnya adalah bantuan Rp. 10/25/50 juta turun sekaligus pada KK penerima. Namun, instruksi dari Wakil Presiden mewajibkan agar turun bertahap. Amin mejamin pencairan dengan berbagai tahap itu tidak akan menyulitkan warga.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kemarin pagi (31/8) melepas kloter ketiga dan keempat rombongan insinyur PUPR ke lombok. Mereka diterbangkan dengan dua pesawat Hercules milik TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Basuki menjelaskan, begitu tiba, mereka akan mendapatkan pendidikan selama 2 hari. Setelah itu, mereka akan langsung terjun ke rumah-rumah penduduk. 1 tim yang terdiri dari 6 hingga 7 orang akan mengawasi pembangunan sekitar 100 hingga 150 rumah penduduk. Belum ada kejelasan sampai kapan para insinyur muda tersebut berada di lombok. ”Sampai masyarakat bisa membangun sendiri, tidak ada batas waktunya,” tegas Basuki.

Pada para insinyur, Basuki menenkankan agar menjadi pelayan. Bukan dilayani. Akomodasi akan serba terbatas. Basuki meminta agar mereka bisa menjaga diri sendiri. ”Ojok njaga’ne wong (jangan mengandalkan orang lain,Red),” wasiatnya sebelum para insinyur masuk ke pesawat.

Sementara itu, Varian teknologi rumah tahan gempa yang siap diterapkan di Lombok semakin beragam. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga melansir rumah tahan gempa. Bahkan rumah tahan gempa BPPT sudah berdiri kokoh dua unit di Bogor.

Sementara itu gempa belum berhenti mengguncang Lombok dan sekitarnya. Kemarin pagi sekitar pukul 9.37 WIB gempa berkekuatan 5,1 SR kembali mengguncang Lombok. Tepatnya berada di 23 km barat laut Mataram, NTB. Gempa ini berada di kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Gempa kemarin pagi itu dirasakan lumayan kuat (IV MMI) di wilayah Lombok Utara, Lombok Barat, dan Mataram. Kemudian dirasakan lebih rendah kekuatannya (III MMI) di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Denpasar, Kuta, dan Karangasem. ’’Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,’’ kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono. (tau/wan/agm/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-bumi 

Berita Terkait

IKLAN