Minggu, 18 November 2018 02:47 WIB
pmk

Nasional

Rupiah Terpuruk, Rizal Ramli : Tes bagi Capres, Jangan Cuma Asal Maju

Redaktur: Redjo Prahananda

Ekonom Rizal Ramli. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ekonom kondang, Rizal Ramli menyebut Indonesia setengah krisis karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat anjlok sampai menembus Rp 14.800.

Menurut dia, kondisi ini sangat serius bagi para kandidat di Pilpres 2019.

Mantan Menko Perekonomian ini menegaskan, setengah krisis ini merupakan ujian bagi Joko Widodo maupun Prabowo Subianto untuk memulihkan kondisi ekonomi.

Siapapun Presiden nanti, harus mampu menstabilkan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekarang berada di angka rata-rata 5 persen menjadi 7 persen.  Bila tidak, niscaya pengangguran semakin meningkat.

"Tes buat mereka di situ, bukan cuma sekadar  ingin menjadi presiden, tapi nggak bisa ngapa-ngapain, lha terus ngapain (maju)? Presiden harus bisa memulihkan kondisi ekonomi setengah krisis ini, harus mampu meningkatkan 7 persen per-tahun dan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Rizal di Kawasan Sudirman Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Rizal menerangkan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia mandek sekitar  5 persen, daya beli merosot, namun lebih berbahaya  risiko makro ekonomi Indonesia.

Dia menuturkan, bahaya  ekonomi makro mengintai Indonesia bila pemerintah gagal mengelola ekonomi makro dengan baik

Bahkan Rizal tuding pengelolannya teledor dan telmi sehingga neraca perdagangan negatif, neraca transaksi berjalan negatif, neraca pembayaran negatif, keseimbangan primer sampai akhir tahun ini juga akan negatif.

"Guna membayar bunga, Indonesia musti utang. Nah resiko makro ekonomi  makin lama makin tinggi ini berbahaya, terbukti rupiah anjlok terus, capital outflow tinggi sekali, Bank Indonesia Jumat kemarin menghabiskan Rp 3 Trilliun, itu satu hari lho," tuntas Rizal. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #nilai-tukar-rupiah 

Berita Terkait

IKLAN