Jumat, 21 September 2018 07:25 WIB
pmk

Nusantara

LRT Berbayar Mulai 3 September

Redaktur:

NYAMAN- Penumpang LRT di Palembang, Sumatera Selatan, kemarin. Perjalanan dari Stasiun DJKA maupun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dan sebaliknya ditempuh dalam waktu 50 menit. KRIS SAMIAJI/SUMATERA EKSPRES

INDOPOS.CO.ID - Selama Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus-2 September, tiket light rail transit (LRT) digratiskan bagi masyarakat umum. Nah, mulai 3 September LRT mulai berbayar lagi, dengan harga tiket Rp5 ribu-Rp10 ribu.

Humas PT KAI Persero Drive III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan, harga tiket berlaku seperti ketentuan sebelumnya. “Tiket sampai ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Rp10 ribu, dan dalam kota Rp5 ribu,” jelasnya, saat sosialisasi Program “Ayo Naik LRT” Sumsel di SD Negeri 14 Talang Kelapa, Banyuasin, Sumsel, kemarin (31/8).

Dikatakan, selain berlakukan tarif, pihaknya akan mengubah jadwal operasional LRT. Jika selama Asian Games beroperasi pukul 05.00-21.00 WIB, maka per 3 September menjadi pukul 06.00-18.00 WIB.  “Supaya masyarakat makin terbiasa naik LRT dan mengenalkan kepada siswa, kami melakukan sosialisasi “Ayo Naik LRT”,” ujarnya.

Nah, kemarin pihaknya kunjungi SD Negeri 13  Talang Kelapa. Dalam kunjungan itu, semua siswa antusias menyambut tim PT KAI dan Dinas Perhubungan Sumsel yang datang. Para siswa pun senang melihat video naik LRT

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumbangsel, Bernadette Endah Sri  Maya, mengatakan, pada dasarnya sosialisasi ini untuk memberi wawasan kepada anak-anak dan para guru bagaimana cara naik LRT dengan baik dan benar. Juga mengedukasi apa saja yang tak pantas dilakukan penumpang saat naik LRT.

”Paling penting memberi pamahaman dan cara penumpang ketika LRT mengalami gangguan atau mogok. Dalam keadaan emergency penumpang tak boleh panik, ikuti saja instruksi petugas,” katanya.

Dia melanjutkan pengenalan LRT Sumsel kepada semua kalangan dimulai dari anak-anak sekolah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap LRT. LRT milik bersama dan harus dijaga bersama-sama pula.

Ke depan, pihaknya juga akan kunjungi sekolah-sekolah lain, sebab pengenalan dan pendidikan LRT sebaiknya dilakukan lebih dini. “Kami juga akan ajak para siswa naik LRT secara bergilir,” imbuhnya.

Kepala SDN 13 Negeri Talang Kelapa, Sundari, mengatakan, pihak sekolah merasa terkejut sekaligus senang dengan kedatangan PT KAI. “Dengan sosialisasi ini kami jadi mengerti bagaimana menyikapi saat LRT mogok,” ujarnya. Begitu juga anak-anak mengerti agar tetap tenang ketika berada di dalam gerbong LRT. (cj17/fad/ce1/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lrt 

Berita Terkait

Usulan Tarif LRT Rp 10.800 Kemahalan

Jakarta Raya

MRT Diingatkan Tidak Molor Seperti LRT

Jakarta Raya

Dua Hari Jelang Berakhir, Ini Catatan Ujicoba LRT

Jakarta Raya

Ingin Naik Ujicoba LRT, Warga Jakarta Rela Antre

Jakarta Raya

Wali Kota Bogor Tolak LRT Masuk Terminal Baranangsiang

Megapolitan

LRT Gagal, DPRD Diminta Tak Diam

Jakarta Raya

IKLAN