Kamis, 22 November 2018 01:26 WIB
pmk

Nasional

Presiden Namibia Berikan Jempol untuk Swasembada Beras dan Ekspor Jagung Indonesia

Redaktur: Redjo Prahananda

APRESIASI-Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan) berbincang dengan Presiden Namibia Hage Gottfried Geingob di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/9/2018). Foto: Humas Kementan for INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Bangsa Indonesia dengan berbagai negara di Afrika memiliki kedekatan batin jika melirik dari sejarah masa lampau. Kedekatan itu sudah terbangun sejak masa pemerintahan Ir Soekarno.

Melihat hal tersebut, tentunya kerja sama antara Indonesia dan berbagai negara Afrika diharapkan mampu berjalan dengan baik. Dengan perekonomian di benua Afrika yang terus tumbuh dan berkembang, tentu hal ini menjadi daya tarik bagi Indonesia untuk masuk ke pasar Afrika.

Presiden Namibia Hage Gottfried Geingob, salah satu negara di Afrika bagian selatan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Presiden Hage mengunjungi Indonesia dalam rangka peningkatan kerja sama dalam hal infrastruktur hingga pertanian. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama semenjak Presiden Hage Gottfried Geingob terpilih pada 2015.

Presiden Hage yang membawa beberapa delegasi, termasuk Menteri yang membidangi Pertanian menekankan kemampuan Indonesia yang mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri untuk memenuhi konsumsi rakyat Indonesia. Sebelum bertolak ke negaranya, Presiden Hage bertemu dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang melepas kepergian kembali ke negaranya dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu, (1/9/2018).

Presiden Hage secara khusus mengapresiasi Indonesia yang mampu memenuhi pangan rakyatnya yang berjumlah 250 jiwa, sedangkan Namibia yang berpenduduk 2 juta jiwa masih impor dari negara lain. Selain itu, Presiden Hage mengapresiasi Indonesia yg kini mampu swasembada beras dan mengekspor jagung dengan sistem pengairan di area persawahan yg baik tanpa terpengaruh musim.

Ke depannya ada beberapa kerja sama yang akan ditindaklanjuti khususnya di bidang petanian. "Kita juga membangun kerja sama ke depan, yaitu bagaimana mengubah lahan kering itu menjadi produktif, bagaimana mengangkat planting indeksnya dari satu menjadi dua kali, dari dua menjadi tiga kali,”!ujar Amran.

Presiden Hage tertarik akan pengembangan lahan kering di Indonesia. Menteri Amran sempat menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi pada lahan kering di Indonesia sudah melalui teknologi yang komprehensif dan berkelanjutan. "Sekarang kita membangun rain water harvesting technology, embung, sumur dalam, sumur dangkal kemudian small dam, mekanisasi pertanian dan bibit berkualitas,” terang Amran.

Terkait bibit berkualitas, Mentan akan menawarkan kepada Namibia untuk menggunakan bibit jagung dari Indonesia. Sebagai perbandingan, jagung yang ada Namibia memiliki produktivitas di angka 3 - 4 ton per ha sedangkan di Indonesia sudah ada yang mampu mencapai 10 ton per ha. "Jagung kita sudah ada yang mencapai 10 ton, namanya NASA (Nakula Sadewa), mekanisasi dan teknologi pertanian nanti kita juga sharing, Insya Allah sinergi kita segera dengan mereka,” Amran. (adl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementerian-pertanian #menteri-pertanian #amran-sulaiman #namibia 

Berita Terkait

IKLAN