Jumat, 16 November 2018 02:13 WIB
pmk

Nasional

Presiden Namibia Apresiasi Swasembada Beras Indonesia

Redaktur: Redjo Prahananda

APRESIASI-Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan) berbincang dengan Presiden Namibia Hage Gottfried Geingob di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/9/2018). Foto: Humas Kementan for INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Bangsa Indonesia dengan berbagai negara di Afrika memiliki kedekatan batin jika melirik dari sejarah masa lampau. Kedekatan itu sudah terbangun sejak masa pemerintahan Soekarno.

Melihat hal tersebut, tentunya kerjasama antara Indonesia dan berbagai negara Afrika diharapkan mampu berjalan dengan baik. Dengan pertumbuhan ekonomi di benua Afrika yang terus tumbuh dan berkembang, tentu hal ini menjadi daya tarik bagi Indonesia untuk masuk ke pasar Afrika.

Presiden Namibia, Hage Gottfried Geingob, salah satu negara di Afrika bagian selatan, melakukan kunjungan kenegaraan.

Presiden Hage mengunjungi Indonesia dalam rangka peningkatan kerjasama dalam infrastruktur sampai pertanian. Kunjungan pertama semenjak Presiden Hage Gottfried terpilih 2015.

Presiden Hage membawa beberapa delegasi termasuk Menteri Pertanian untuk menekankan kemampuan Indonesia yang mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri untuk memenuhi konsumsi rakyat Indonesia.

Sebelum bertolak kembali ke Nambia, Presiden Hage bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Mentan melepas kepergian Hage dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (1/9/2018).

Presiden Hage secara khusus mengapresiasi Indonesia di mana mereka mampu memenuhi pangan rakyat berjumlah 250 jiwa sementara Namibia berpenduduk 2 juta jiwa masih impor dari negara lain.

Selain itu Presiden Hage mengapresiasi Indonesia lantaran mampu swasembada beras dan mengekspor jagung dengan sistem pengairan di area persawahan tanpa terpengaruh musim.

Masa depan, terdapat beberapa kerjasama di bidang petanian, antara lain membangun kerjasama ke depan, bagaimana mengubah lahan kering itu menjadi produktif, mengangkat planting indeks dari satu menjadi dua kali, dari dua menjadi tiga kali.

Presiden Hage tertarik akan pengembangan lahan kering di Indonesia. Menteri Amran sempat menyampaikan, pemanfaatan teknologi pada lahan kering di Indonesia sudah melalui teknogi yang komprehensif dan berkelanjutan.

"Sekarang kami membangun rain water harvesting technology, embung, sumur dalam, sumur dangkal kemudian small dam, mekanisasi pertanian dan bibit berkualitas", terang Menteri Amran.

Terkait bibit berkualitas, Menteri Amran akan menawarkan kepada Namibia untuk menggunakan bibit jagung dari Indonesia. Sebagai perbandingan, jagung di Namibia memiliki produktivitas di angka 3 - 4 ton per ha sedangkan di Indonesia mampu mencapai 10 ton per HA

"Jagung sudahmencapai 10 ton, dengan NASA (Nakula Sadewa), mekanisasi dan teknologi pertankan nanti kita juga sharing, kami bakal sinergikan dengan mereka segera", tutup Amran. (Adv)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementerian-pertanian #menteri-pertanian #amran-sulaiman #namibia 

Berita Terkait

IKLAN