Megapolitan

Sungai Parigi Tercemar Limbah

Redaktur: Redjo Prahananda
Sungai Parigi Tercemar Limbah - Megapolitan

aliran air Sungai Parigi Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi berubah hitam pekat /foto KP2C for indopos

INDOPOS.CO.ID - Kondisi Sungai Parigi yang rencananya dijadikan destisinasi wisata air oleh Pemerintah Kota Bekasi juga menjadi sasaran pencemaran limbah. Kini, kondisi aliran sungai tersebut sudah mengental dan bau menyengat.

"Yang kasihan warga sekitar. Sebab, uap sungai dari air terjun parigi mewabah ke area pemukiman penduduk," kata Puarman, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas, (KP2C), kepada INDOPOS, Minggu (2/8/2018)

Puarman mengaku, kondisi air Sungai Parigi diketahui setelah pada 28 Agustus 2018 pihaknya melakukan pemantauan ke hilir Kali Bekasi. Dimana pemantauan itu langsung dilakukan ke pos pantau di Jembatan Wika Desa Telajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. "Di tempat itu aliran air masih bersih dan jernih," ujarnya.

Kemudian, Puarman mulai melakukan pengecekan dua kilometer dari pos pantau tersebut, tepatnya di Jembatan Cikuda Desa Wamaherang, Kabupaten Bogor. Disitu terlihat air sudah berubah menjadi hitam pekat. "Air di aliran tersebut sudah kental menyengat," ucapnya.

Selanjutnya, Puarman mengakui, pihaknya menemukan ada saluran pipa pembuang limbah industri yang ditanam oleh perusahaan ke aliran Kali Bekasi. Pipa itu diketahui karena Sungai Cileungsi saat ini sedang mengering. "Kami temukan pipa pembuang limbah itu pada 27 Agusutus 2018. Dan itu baru diketahui karena sungai sedang menyusut. Kalau sedang pasang, pipa itu berada di dalan sungai dan tidak ketahuan," tandasnya. (dny)

Berita Terkait

Megapolitan / Dua Tahun SMA/SMK Negeri tanpa Subsidi

Megapolitan / Puskesmas Belum Akreditasi, Layanan BPJS Terancam

Megapolitan / Terapis Nyambi Jadi Mucikari, Tiga Lainnya Ikut Dibekuk

Megapolitan / Ijazah Siswa Tertahan Sudah Selesai

Megapolitan / Relokasi Gerbang Tol, Jalan Cikunir Ditutup


Baca Juga !.