Rabu, 19 September 2018 06:32 WIB
pmk

Jalur Transjakarta Belum Steril

Redaktur:

PADAT-Kendaraan melintasi Jalan S Parman saat berlakunya aturan pembatasan kendaraan bermotor ganjil genap di Jakarta, Minggu (2/9). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

10-Oke-Tengah+Foto

///

 

///

 

///

 

///

Jalur Transjakarta belum steril dari kendaraan pribadi. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat  Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya telah menetapkan untuk melakukan perpanjangan ganjil-genap.

“Kebijakan perpanjangan ganjil-genap memang bagus karena dapat mengurangi kemacetan. Namun, seiring itu sterilisasi jalur Transjakarta yang belum optimal sebaiknya juga harus terus diupayakan,” ujar pengamat Transportasi Darmaningtyas, Minggu (2/9).

Tyas mengatakan, jika mampu membuat jalur Transjakarta bebas dari kendaraan pribadi, program ganjil-genap tentu akan semakin sukses. “Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ) meminta kepolisian mensterilkan busway atau jalur transjakarta. Sebab, sangat disayangkan selama perhelatan Asian Games 2018 (Jakarta-Palembang) justru banyak mobil dan motor melenggang di jalur busway.

"Pas Asian Games malah di depan banget, di depan GBK mobil masuk. Saya lihat ini kontradiktif dengan kebijakan ganjil-genap," ulas Adriansyah dari FDTJ dalam focus group discussion (FGD) perpanjangan ganjil-genap di kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu. 

Adriansyah menyebut di Koridor 1 Blok M-Kota saja, banyak polisi yang memberikan diskresi kepada mobil pribadi untuk melintas di busway.

"Di koridor 1 biasanya walaupun jalan lagi ramai, diskresi ada. Polisi masih membolehkan," ungkapnya. 

Andri berharap polisi mampu menindak pelanggar ganjil-genap agar masyarakat, terutama yang terdampak ganjil-genap, mau beralih ke transportasi umum.

"Harus dibuat lebih seamless agar orang terdorong. Kerasa kalau pagi naik busway lihat mobil macet. Tapi suka kesal karena suka dibuka untuk mobil," tegas Adriansyah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemprov DKI akhirnya sepakat meneruskan kebijakan perluasan ganjil genap hingga pelaksanaan Asian Para Games. Namun begitu, pemprov bakal membebaskan hari Sabtu dan Minggu dari kebijakan perluasan ganjil genap.

“Asian Para Games akan berlangsung 6 hingga 13 Oktober mendatang,” ujar Anies.

Anies menghimbau agar masyarakat Jakarta agar tidak kaget dengan kebijakan Pemprov DKI untuk meneruskan perluasan ganjil genap hingga Asian Para Games nanti.

“ Ini mempermudah pengelolaan lalu lintas dan menjaga kebiasaan yang sudah terbangun selama Asian Games, karena kalau kami lakukan jeda lalu kemudian harus menegakkan aturan lagi jadi susah,” terang Anies.

Seperti diketahui, kebijakan ganjil-genap awalnya hanya diberlakukan sampai 2 September 2018 atau ketika Asian Games ditutup atau berakhir.

Namun, akhirnya diputuskan untuk diperpanjang sampai Asian Para Games berakhir.

Asian Para Games dimulai pada 6 Oktober sampai 13 Oktober 2018. Artinya, ganjil-genap juga diterapkan pada masa transisi yaitu 3 September sampai 5 Oktober 2018.

Mulai pekan depan, ganjil-genap tidak akan berlaku di Sabtu dan Minggu. Jalan Metro Pondok Indah yang tadinya kena perluasan ganjil-genap juga dikembalikan normal lagi. 

Sebab, disekitar lokasi digunakan untuk kegiatan Asian Games 2018. Namun demikian, kedepan PI diminta kembali normal seperti biasanya. (ibl) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ganjil-genap #perluasan-ganjil-genap #transjakarta #perpanjangan-ganjil-genap 

Berita Terkait

IKLAN