Rabu, 19 September 2018 06:14 WIB
pmk

Nasional

MUI : Perang Tagar Banyak Mudaratnya

Redaktur:

ilustrasi. Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi merasa prihatin atas banyaknya perang tanda pagar. Menurutnya hal itu merupakan gejala perpecahan bangsa dengan menguatnya kotak-kotak kepentingan politik yang bernuansa ideologis. Kondisi seperti ini juga tidak sehat dan dapat mengancam keutuhan bangsa.

Ia menilai bahwa perang tagar antara #2019GantiPresiden dengan #Jokowi2Periode yang dilakukan oleh sejumlah orang memang tidak melanggar aturan dalam pemilu. Akan tetapi hal tersebut tidak perlu dilakukan karena selain belum memasuki masa kampanye, tidak elok, juga tidak produktif di tengah suasana suhu politik yang semakin memanas dapat berpotensi menimbulkan konflik.

"Kami menilai mudaratnya lebih banyak dari pada manfaatnya," ujar Zainut dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Sebagai negara demokrasi, menurutnya, setiap warga negara diberikan jaminan kebebasan oleh konstitusi untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sepanjang sesuai dengan norma-norma kepatutan, etika dan peraturan perundang-undangan.

Hanya saja menurutnya, masyarakat harus memperhatikan hak asasi manusia (HAM) di mana HAM bukanlah kebebasan yang mutlak tanpa batas melainkan ada pembatasannya yaitu undang-undang.

"Kami mengimbau kepada semua pihak agar dalam menyampaikan ekspresi dan menyatakan pendapatnya harus tetap mengindahkan nilai-nilai kesantunan, kepatutan, akhlakul karimah dan rambu-rambu undang-undang serta tidak mengumbar rasa kebencian yang berpotensi merusak kerukunan bangsa," urai pria asal Jepara, Jawa Tengah itu.

Selain itu, Zainut berpesan terhadap semua pihak khususnya elit politik agar dapat menahan diri, mengedepankan etika politik yang berkeadaban dengan tidak menampilkan rasa kebencian dan permusuhan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

Kepada Umat Islam, Zainut juga menyerukan agar tetap memelihara ukhuwah Islamiyah dan tidak terjebak dalam permusuhan dan pertentangan internal yang dapat merusak tali silaturahmi. "Jadikanlah perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah tetap terpelihara," jelasnya.

Selanjutnya, Zainut juga meminta aparat kepolisian untuk menjaga agar tidak terjadi konflik, gesekan dan ancaman perpecahan bangsa.

"MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk bertindak tegas, adil, transparan dan profesional," pungkasnya. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #zainut-tauhid-saadi #perang-tagar #mui 

Berita Terkait

IKLAN