Senin, 24 September 2018 05:10 WIB
pmk

Kesehatan

Benarkah Pil KB Bikin Jerawatan?

Redaktur:

Jerawat. (Familinia)

INDOPOS.CO.ID - Pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang sering digunakan di Indonesia. Terutama dianjurkan untuk pasangan suami istri yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang pendek. Salah satu kekhawatiran saat akan menggunakan pil KB adalah risiko munculnya jerawat.

Kekhawatiran tersebut ada benarnya, tetapi tak sepenuhnya benar. Ada pil KB yang memiliki efek samping memicu jerawat. Namun, ada pula pil KB yang digunakan dokter sebagai salah satu pengobatan untuk jerawat yang membandel. Untuk itu, terlebih dahulu Anda harus mengetahui jenis-jenis pil KB.

Berbagai jenis pil KB

Secara umum, ada dua hormon yang berperan dalam kesuburan wanita, yaitu hormon estrogen dan progesteron. Pil KB secara sederhana bekerja dengan cara 'mengacaukan' produksi kedua hormon tersebut di dalam tubuh sehingga kehamilan tidak terjadi.

Terdapat dua jenis isi pil KB, yakni pil KB kombinasi (mengandung estrogen dan progesteron) dan pil KB yang hanya berisi progesteron.

Pada pil KB kombinasi, hormon estrogen dari pil tersebut akan mencegah sel telur dikeluarkan oleh indung telur. Sementara kandungan progesteron di dalamnya bekerja dengan mengentalkan lendir di vagina dan rahim untuk mempersulit sperma masuk ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur. Pil KB kombinasi dapat mencegah kehamilan sekaligus tetap menjaga siklus haid berjalan teratur.

Pada sisi lain, pil KB yang hanya mengandung progesteron juga berguna mencegah kehamilan dengan cara kerja yang berbeda. Selain mencegah sel telur dikeluarkan oleh indung telur, juga menyebabkan dinding rahim menjadi tipis sehingga sel telur yang dibuahi sperma tidak dapat melekat pada rahim. Dan karena dinding rahim tipis tersebut, pengguna pil KB yang berisi progesteron umumnya jarang mengalami haid, bahkan tidak mengalami haid sama sekali.

Pil KB yang memicu jerawat

Jerawat terjadi akibat ketidakseimbangan hormonal. Adalah hormon bernama androgen yang memiliki peran penting dalam timbulnya jerawat. Hormon ini secara normal ditemukan pada pria. Wanita memiliki hormon ini juga tapi dalam kadar yang sangat rendah.

Secara biokimiawi, hormon androgen memiliki bentuk yang mirip dengan hormon progesteron. Oleh karena itu, pil KB yang hanya mengandung progesteron dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Jerawat akibat pil KB yang hanya mengandung progesteron biasanya muncul setelah wanita menggunakan pil tersebut setidaknya satu bulan. Meski demikian, perlu diketahui bahwa tak semua pengguna pil KB tersebut pasti akan mengalami jerawat. Diperkirakan hanya sekitar 30% pengguna pil KB progesteron yang mengalami efek samping jerawat.

Bagaimana dengan pil KB kombinasi? Ada pil KB kombinasi yang dapat memicu jerawat, tetapi ada pula yang dapat mengatasi jerawat – tergantung jenis progesteron yang terkandung di dalamnya. Pil KB kombinasi dengan jenis progesteron berupa norgestimate, norethindrone, dan drospirenone tidak menimbulkan jerawat, bahkan digunakan untuk mengobati jerawat. Sedangkan jenis pil KB kombinasi lainnya tetap dapat menyebabkan efek samping jerawat.

Selain jenis pil KB-nya, penghentian pil KB juga dapat menimbulkan kekacauan hormonal yang memicu timbulnya jerawat.

Jika Anda memiliki kulit yang rentan mengalami jerawat dan hendak menggunakan kontrasepsi berupa pil KB, sebaiknya pikir masak-masak dahulu. Ada pilihan kontrasepsi lain selain pil KB, misalnya intrauterine device (IUD) atau kondom. Bila memang harus menggunakan pil KB, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan mengenai jenis pil KB yang tepat untuk Anda.(rs/rvs/klikdokter/jpnn/ind)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pil-kb #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN