Sabtu, 17 November 2018 01:29 WIB
pmk

Nasional

MUI Sesalkan Aktivitas Dakwah UAS Diintimidasi

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID -  Dai Kondang Ustad Abdul Somad secara mendadak mengumumkan penundaan ceramah di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Hal itu terkait adanya sejumlah penolakan dan intimidasi yang diterima oleh dirinya serta Panitia acara.

Menyikapi hal itu,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas menyesalkan hal itu terjadi. "Saya belum tahu pemberitaan kalau UAS membatalkan mengisi ceramah. Tapi kalau alasannya karena itu (intimidasi),  maka tidak seharusnya itu dialami oleh penceramah. Karena seharusnya aktivitas dakwah diberi ruang seluas-luasnya tanpa ada intimidasi oleh pihak manapun di negeri ini," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid saat dihubungi INDOPOS,  Senin (3/9/2018).

Dia pun menuturkan,  jika ada pihak yang menolak kehadiran UAS,  seharusnya dilakukan komunikasi duduk bersama apa yang membuat penolakan.

"Saya kira penolakan itu karena ada kesalahpahaman saja. Jadi harus ada proses tabayyun di antara kedua belah pihak untuk mengetahui duduk persoalannya," ucap Zainut.

Lebih lanjut,  Zainut menuturkan bahwa MUI siap menjadi mediator dari pihak-pihak yang berseberangan dalam urusan kesalahpahaman atas aktivitas dakwah para ustad di sejumlah daerah.

"MUI siap memberikan mediasi dialog dari semua kepentingan yang ingin menyelesaikan masalahan biar dicari maslahatnya," ucap Zainut menambahkan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  UAS melalui akun twitter dan instagram-nya mengumumkan pembatalan sejumlah acara hingga akhir tahun. 

Hal itu terkait dirinya kerap mendapat ancaman, intimidasi dan pembatalan ketika ingin menyampaikan tausiah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang beberapa waktu lalu.

Ustad yang namanya kian melejit itu membatalkan ceramah di Malang, Solo, Boyolali, Jombang dan Kediri pada bulan September. Selanjutnya, di bulan Oktober ia mengurungkan niat untuk ceramah di Yogyakarta. Terakhir, ia terpaksa menunda janji dengan Ustaz Zulfikar di Jawa Timur pada Desember.

Ustaz Abdul Somad menerangkan alasan pembatalan itu. Kata dia, pihaknya tak ingin membuat panitia terbebani lantaran adanya penolakan dari berbagai pihak atas kunjugannya. Ia juga memperhatikan kondisi psikologis dari para jamaahnya.

"Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon doakan selalu. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh," kata Abdul Somad di akun Intagram miliknya.

Sebelumnya, rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Alhusna Mayong, Jepara, Jawa Tengah menuai kontroversi. Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama menilai kedatangan pendakwah yang tenar melalui Youtube tersebut rawan ditunggangi oleh kelompok organisasi yang telah dibubarkan oleh pemerintah,  yakni HTI.

"Berkaitan dengan rencana kedatangan UAS di Pondok Pesantren Alhusna Mayong Kabupaten Jepara pada 1 September 2018, kami menilai bahwa UAS hanya dijadikan domplengan belaka oleh ormas yang telah dibubarkan pemerintah," kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Jepara, Syamsyul Anwar, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/ 2018).(dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ancaman-mengintai-uas 

Berita Terkait

PPP: Ceramah UAS Bukan Berisi Ajakan Makar

Nasional

Mardani Sebut Intimidasi UAS Kemunduran Demokrasi

Nasional

IKLAN