Minggu, 18 November 2018 11:56 WIB
pmk

Internasional

Militer Myanmar Palsukan Foto di Buku

Redaktur:

REKAYASA - Foto pengungsi Rwanda yang masuk ke Tanzania namun oleh militer Myanmar foto itu dipalsukan sebagai pengungsi Rohingya yang masuk ke Myanmar. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Buku karangan seorang anggota militer Myanmar menuai kontroversi sebab ia menampilkan foto-foto palsu di halaman bukunya. Dalam gambar yang ia sisipkan, terdapat seorang pria paruh baya yang sedang berdiri di samping tumpukan jenazah. Ia juga menambahkan keterangan bahwa foto pria tersebut merupakan pria suku Bengalis yang membunuh etnis lokal secara brutal.

Buku yang berisikan tentang sejarah kerusuhan etnis Myanmar di tahun 1940-an, tertulis jelas bahwa banyak masyarakat Buddha yang mati terbunuh oleh orang Rohingya. Si penulis juga menjelaskan bahwa suku Muslim yang minoritas adalah imigran gelap.

Dilansir Reuters pada Jumat, (31/08), Reuters mendapati bahwa gambar-gambar yang dimasukkan ke dalam buku karangan militer Myanmar itu merupakan foto yang diambil di Bangladesh dan Tanzania. Penulis memalsukan foto yang diambil di Tanzania itu dengan menuliskan itu diambil di Myanmar.

Hingga saat ini, Juru Bicara Pemerintah Myanmar Zaw Htay memilih untuk tidak memberikan pendapat tentang gambar palsu dalam buku tersebut. Dilaporkan berikutnya didalam buku setebal 117 halaman yang terbit pada juli lalu terpampang tiga buah gambar dengan keterangan yang tidak sesuai dengan foto tersebut.

Buku yang berjudul Myanmar Politics and The Tatmadaw tersebut sangat berkaitan dengan serangan tentara pada Agustus 2017 yang memaksa pindahnya 700 ribu penduduk Rohingya ke Bangladesh. Di buku yang diterbitkan oleh militer Myanmar tersebut tertulis bahwa ia menolak keras tuduhan terhadap mereka yang digadang-gadang melakukan tindakan kekerasan terhadap kaum Rohingya.

Di dalam buku tersebut juga tertulis mengenai klaim masyarakat Rohingya yang mengaku bahwa mereka adalah penduduk asli Myanmar Barat.(am1/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #militer-myanmar 

Berita Terkait

Solidaritas ”Arrest Me Too” Meluas

Internasional

Facebook Bekukan AkunPendukung Genosida

Internasional

Junta Militer Myanmar Lakukan Genosida

IKLAN