Senin, 24 September 2018 10:45 WIB
pmk

Nasional

Pertamina Pastikan B20 Berjalan Optimal

Redaktur: Redjo Prahananda

Dirut Pertamina saat mengecek dan mengisikan B20 ke pelanggan di SPBU COCO Kuningan, Jakarta, Senin (3/9/2018)

INDOPOS.CO.ID - Pertamina memastikan penerapan B20 berjalan optimal. Bahkan saat ini sudah mencapai 95 persen di seluruh Indonesia.Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pertamina Nicke  Widyawati, saat meninjau SPBU COCO Kuningan, Senin sore (3/9/2018).

"Implementasinya sudah 95 persen penerapannya di seluruh SPBU. Tinggal sisanya 5 persen itu di Indonesia timur. Seperti Papua. Harus mampir dulu suplainya  ke BBM utama baru ke sana. Itu perlu waktu. Yang penting komitmen. Semua komit. Kapan dilakukan, segera mungkin" ujar Nicke, Senin (3/9).

Ia menambahkan, suplai bahan Fame (Fatty Acid Methyl Esters) untuk campuran bahan bakar nabati tersebut kepada 52 titik terminal juga sudah tidak ada masalah.

"Kita sudah sepakat dengan suplier Fame, itu khususnya di Indonesia timur," jelas Nicke.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini fokus penerapan B20. 

Adapun harga solar B20 di SPBU itu sama seperti sebelumnya yakni Rp 5.150.

"Kami akan terus mengedukasikan mengenai manfaat B20.  Ternyaya dengan B20 lebih baik dan lebih irit. Tadi saya juga sudah bertanya kepelanggan," jelas Nicke.

Ia menambahkan, B20 diimplementasikan adalah untuk lingkungan lebih baik untuk jangka panjangnya. Karena karbon emisinya lebih rendah.

"Kalau dulu diberlakukan untuk PSO,  sekarang seluruhnya. Termasuk industri," jelas Nicke.

Ia menambahkan, adanya kekhawatiran sebelumnya bagaimana mesinnya. Tadi ia mendengar langsung pelanggan di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, yang sudah cukup lama menerapkan biodiesel.

"Tadi katanya lebih baik untuk kendaraan. Harga sama, kualitas lebih baik, buat lingkungan  lingkungan. Untuk mengurangi impor juga. Bagus buat devisa negara," ujarnya. 

Lebih lanjut Nicke menambahkan, pihaknya tidak memproduksi B20. Kilang tetap memproduksi solar.  Saat ini prinsipnya mengoptimalkan yang ada dulu. Dan tidak menambah tangkinya.

"Pertamina hanya mencampur,  yang tadinya B0 jadi B20," jelasnya.

Namun kedepannya, Pertamina memang berencana  membangun kilang green fuel. Ada kilang untuk memproduksi green fuel, untuk CPO "Tapi itu nanti. Sekarang kita mencampur dan memproduksi saja. 

Tapi itu rencana, untuk CPO di Dumai dan Plaju. Itukan suplainya banyak. Tahapan masih akan dilakukan," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertamina 

Berita Terkait

IKLAN