Rabu, 21 November 2018 01:35 WIB
pmk

Nasional

DKPP Minta Bawaslu-KPU Akhiri Polemik Napi Koruptor Nyaleg

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua DKPP Harjono ketika menggelar persidangan DKPP beberapa waktu lalu. Foto : Dok. INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) meminta KPU dan Bawaslu untuk mengakhiri polemik bekas napi koruptor nyaleg.

Sebab, polemik itu dinilai bisa mengurangi kepercayataan publik terhadap penyelenggara pemilu.  Ketua DKPP Harjono menjelaskan, friksi KPU-Bawaslu bisa membuat masyarakat bingung dan bisa tudak menemukan ketidakpastian hukum.

"Bisa berpengaruh pada kepercayaan (penyelenggara), bagaimana penyelenggara sendiri nggak akur. Kan ini juga jadi masalah padahal mereka satu penyelenggara," ujar Harjono di Kantor DKPP, Jalan MH Thamrin Nomor 14 Jakarta, Senin (3/9/2018).

Dia menegaskan, jangan sampai persoalan ini berlarut-larut, karena justru bisa menggerus kepercayaan masyarakat terhapa penyelenggara dan hasil pemilu.

“Guna memikirkan itu, saya katakan,  kerja ini harus baik karena itu menyangkut kepercayaan dan hasil pemilu.”

DKPP bakal memfasilitasi pertemuan tripartit antara penyelenggara pemilu pada Rabu (5/9/2018). Namun, kata dia, hasil pertemuan tripartit tersebut sangat tergantung pada keputusan KPU dan Bawaslu.

"Kalau mereka bertahan, ya itu hak merekalah. Kalau mereka bertahan, ya kuncinya di Mahkamah Agung. Kami tidak bisa memaksa KPU dan Bawaslu," tutur dia.

Meski begitu, Harjono mengakui  putusan di Mahkamah Agung (MA)  masih sangat tergantung pada putusan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Menurut dia, kalau KPU-Bawaslu menunggu putusan MA, maka proses bakal panjang. "Bisa berakibat ketidakpastian hukum," cetus dia.

Harjono mengusulkan agar masing-masing lembaga menurunkan egonya masing-masing dan bisa mengalah baik KPU dan Bawaslu.

Kalau tidak bisa mengalah, menurut dia, perlu dicari penyelesaian win-win solution atau saling menguntungkan. “Mungkin bisa apakah nanti salah satunya mundur atau mengalah atau win-win solution.” (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mantan-koruptor-nyaleg #pemilu-2019 

Berita Terkait

Pemilih Tak Beridentitas Capai 476.928 orang

Headline

DPT Sementara Capai 141,4 juta

Headline

IKLAN