Rabu, 21 November 2018 01:25 WIB
pmk

Internasional

Tiongkok Salahkan AS soal Konflik di Xinjiang

Redaktur:

MINORITAS - Warga muslim di wilayah barat Xinjiang, Tiongkok. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - MEDIA massa Tiongkok mengatakan, turbulensi yang terjadi di wilayah barat Xinjiang, Tiongkok disebabkan oleh faktor-faktor eksternal. Pendapat media massa tersebut terjadi setelah adanya sanksi Amerika Serikat (AS) yang diberikan terhadap para pejabat Tiongkok.

Dilansir Channel News Asia pada Jumat, (1/9), media tersebut mengatakan, campur tangan luar yang ingin menghancurkan pemerintahan Tiongkok. Media tersebut bahkan juga mengatakan, campur tangan yang ingin menghancurkan kekuatan Tiongkok itu berpusat di Barat yang membuat statemen tak berdasar mengenai Hak Asasi Manusia di sana.

Dilaporkan pada Rabu, (29/8), AS memutuskan untuk memberi sanksi kepada pejabat-pejabat Tiongkok yang bertanggung jawab kasus pelanggaran HAM kepada para Muslim Xinjiang. Juru Bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menyebut AS tidak memiliki hak sama sekali untuk mengkritik Tiongkok dengan argumen yang tidak kuat.

Tiongkok mengatakan, mereka mendapat ancaman serius yang berasal dari militan Islam yang telah berhasil menyetir konflik di komunitas Muslim Uighur. Namun PBB mengatakan, mereka telah menerima banyak sekali laporan tentang kasus pelanggaran HAM yang menimpa Muslim di Tiongkok dengan tingkat keakuratan yang tinggi.

Dilaporkan sebelumnya, sebanyak kurang lebih 1 juta Muslim disana ditahan karena mengikuti acara tertentu. (am1/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #konflik-di-xinjiang 

Berita Terkait

IKLAN