Selasa, 25 September 2018 02:23 WIB
pmk

Nasional

Kejagung Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Sarana Air Bersih Kabupaten Berau

Redaktur: Redjo Prahananda

Kejagung menahan dua tersangka dalam kasu penyediaan sarana air bersih perkotaan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau tahun anggaran 2007-2010 (multi years). Kedua tersangka itu yakni, Sutrisno Bachrun selaku Direktur PT Karka Arganusa dan Cahyo Adhi Oktaviari selaku Konsultan Pengawas CV Adhi Jasa Putra Konsultan. Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi dalam penyediaan sarana air bersih perkotaan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau tahun anggaran 2007-2010 (multi years). Kedua tersangka itu yakni, Sutrisno Bachrun selaku Direktur PT Karka Arganusa dan Cahyo Adhi Oktaviari selaku Konsultan Pengawas CV. Adhi Jasa Putra Konsultan. 

Berdasarkan pantauan, sebelum ditahan, kedua tersangka sempat diperiksa di Gedung Tindak Pidana Khusus Kejagung, Senin (3/9/2018) sekitar pukul 10.00 WIB hingga 17.30 WIB. Usai diperiksa, mereka langsung dikawal oleh tim penyidik untuk dibawa ke mobil tahanan. 

"Tersangka SB (Sutrisno Bachrun) dan CAO (Cahyo Adhi Oktaviari) langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari terhitung mulai tanggal 3 September 2018 sampai dengan 22 September 2018," jelas Kapuspenkum, Mohammad Rum di Kejagung, Senin (3/9/2018). 

Kedua tersangka ditahan dengan alasan objektif karena diancam pidana penjara lebih dari lima tahun. "Sedangkan alasan subjektif tersangka dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana. (vide: Pasal 21 ayat (1) KUHAP)," jelas Rum. 

Dalam kasus ini, sebetulnya masih ada satu tersangka lagi yang belum ditahan oleh Kejagung. Tersangka itu berinisial CAD (inisial) yang merupakan karyawan perusahaan BUMN. Penetapan CAD sebagai tersangka, berdasarkan Sprindik Nomor: Print-43/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 18 Oktober 2017. 

Adapun kasus ini berawal saat 2006 silam, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau melaksanakan kegiatan penyediaan sarana air bersih perkotaan. Panitia lelang mengundang sejumlah perusahaan untuk mengerjakan proyek yang sumber anggaran dari APBD Kabupaten Berau.

Akhirnya ditunjuklah sebagai pemenang lelang untuk mengerjakan proyek ini PT Wijaya Karya dan PT Kaka Harga Nusa. Keduanya akan mengerjakan pembangunan sarana air bersih PDAM Tanjung Redep.

Pemkab Berau kemudian mencairkan anggaran kegiatan ini dalan dua tahap. Tahap pertama anggaran yang dicairkan sebesar Rp96 miliar. Dan tahap kedua dana cair sebesar Rp133 miliar.

Dari kegiatan ini diduga syarat korupsi dan kolusi. Sebab dalam proses pelalangan telah terjadi pengkondisian yang dimenangkan salah satu perusahaan, juga ada dugaan mark up harga khususnya dalam pengadaan pipa.

"Akibatnya, berdasarkan perhitungan BPK negara dirugikan sebesar Rp35 miliar," terang Rum.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #korupsi-proyek-sarana-air-bersih-kabupaten-berau #kejagung #korupsi 

Berita Terkait

IKLAN