Minggu, 18 November 2018 11:12 WIB
pmk

Hukum

Tersangka Korupsi APBD-P Kota Malang: Kami Mengikuti Proses Hukum

Redaktur: Redjo Prahananda

Tersangka kasus suap dan gratifikasi APBD-P Kota Malang, Syamsul Fahjrih (Anggota DPRD Kota Malang) usai diperiksa KPK, Jakarta, Senin (3/9/2018). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai memeriksa 21 tersangka Anggota DPRD Kota Malang atas kasus suap APBD-P tahun anggaran 2015 dan gratifikasi APBD tahun di tahun sama.

Keluar dari Gedung KPK, 20 tersangka tersebut tidak memberikan pernyataan apapun kepada awak media. Namun, salah satu Anggota DPRD, Syamsul Fajrih memberikan keterangan kepada media.

Sebelum masuk ke dalam mobil tahanan KPK, Fajrih menegaskan, dia masih berstatus Anggota DPRD belum mundur dari jabatan.

“Belum, masih belum, kami masih menunggu. Kami masih menjalani proses hulum dulu sebagai warga negara, kami tunduk pada hukum,”kata Fajrih sebelum masuk ke dalam mobil tahanan KPK, Jakarta, Senin (3/9/2019).

Fajrih mengatakan, dia  masih mengikuti proses hukum. “Ndak-ndak, kalo masalah itu nanti gampang yang penying kita masih proses hukum aja,” sambung Fajrih.

Mengenai proses praperadilan, Fajrih tidak memberikan jawaban secara spesifik. “Nanti gampanglah kita ikuti proses hukum dulu.”

Tersandung kasus korupsi, dia mengaku bakal rehat dari politik. “Saya ingin istriahat dulu sementara 1 tahun.  Saya sudah ikrar istirahat, jadi tidak nyaleg lagi,” sambung dia. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korupsi-apbd-p-kota-malang #kpk #korupsi #korupsi-dprd-malang 

Berita Terkait

IKLAN