Jumat, 16 November 2018 12:50 WIB
pmk

Indosport

Joaquin Jadi Penentu Kemenangan Betis 1-0 atas Sevilla

Redaktur:

Foto : AFP

INDOPOS.CO.ID – Joaquin Sanchez bak kembali ke masa mudanya. Di usia 21 tahun 2 bulan 15 hari, Jaoquin muda telah mencatatkan namanya sebagai salah satu pembeda di El Gran Derbi. Tetapi dia mencatatkan namanya pada histori salah satu derby terbesar Spanyol itu di Ramon Sanchez Pizjuan, kandang Sevilla. Bukan di Benito Villamarin, markas kebesaran Real Betis, klubnya.

Dan setelah hampir dua windu menunggu, kemarin WIB (3/9) Joaquin akhirnya menjadi pembeda di derby berusia 90 tahun itu. Joaquin jadi penentu kemenangan Betis 1-0 atas Sevilla dalam jornada ke-3 La Liga pada menit ke-80. ''Kemenangan yang diimpi-impikan fans Betis,'' ucap Joaquin, dikutip AS.

Ya, Joaquin yang besar dan tumbuh sebagai beticos sudah lama mengidam-idamkan poin penuh El Gran Derbi di rumah sendiri. Sesuatu yang tak pernah didapatkan Los Verdiblancos di rumah sendiri sejak 3 April 2006. Saat itu, Betis menang tipis 2-1 dari musuh bebuyutannya di Andalusia tersebut dan Joaquin sudah pindah ke Valencia.

Spesialnya, Joaquin menyudahinya dengan usia yang tak lagi muda, 37 tahun. ''Saya pun merasa, ini kemenangan yang terpenting,'' ungkap winger yang memulai kemilau La Liga pasca jadi Pemain Muda Terbaik 2002 itu. Kemarin jadi penampilan pertama Joaquin setelah absen di dua laga sebelumnya karena cedera.

Besar sebagai anti Sevilla dan sudah pernah merasakan perlawanan Los Nervionenses di tiga klub berbeda -Betis, Valencia, dan Malaga, hanay di Betis saja Joaquin dapat jadi pembeda. Di Valencia, sepuluh kali dia menghadapi Sevilla di La Liga, Joaquin tak pernah berkontribusi, baik gol atau assist. Bahkan bersama Los Che dia lebih sering jadi pecundang di depan Sevilla.

Begitu pindah ke La Rosaleda -kandang Malaga, peruntungannya tak jauh beda. Namun, dia masih bisa menyumbang dua kali assist, saat Boquerones mempecundangi Ramon Sanchez Pizjuan 0-2 saat jornada 16 La Liga 2012-2013. Di Malaga, sekali dia merasakan kepahitannya dipermalukan Sevilla. ''(Di mana pun bermain lawan Sevilla) Saya selalu ingin superior,'' klaim Joaquin.

Dia pun masih ingin menghantui Sevilla lagi. Meski, dengan usia yang sudah jadi tanda-tanda dia harus siap-siap gantung sepatu. ''Saya selalu berkata, saya bakal meninggalkan sepak bola dengan gembira. Karena orang-orang sudah memberi saya segalanya,'' tutur Joaquin yang sudah tak main untuk timnas Spanyol sejak 2007 silam itu.

Tumbuh di Andalusia, Joaquin sudah masuk akademi Betis pada 1994. Saat itu, Joaquin masih berusia 13 tahun. Setelah naik tingkat ke Betis B pada 1999-2000, kesempatan membela tim utama Betis kebanggaannya datang di usia 19 tahun musim 2000-2001. Dia ikut membawa Betis promosi ke La Liga bersama Sevilla.

Kecintaannya pada Betis yang membuatnya kembali ke La Liga dari Fiorentina, di 2015-2016. Gol kemarin menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol tertua di El Gran Derbi. Presiden Betis Angel Haro pun menyebut Joaquin sosok panutan bagi pemain-pemain muda Betis di saat ini.

Dilansir Besoccer, Haro pun menganggap Joaquin sebagai simbol klub berusia 110 tahun  itu. ''Apalagi dengan usianya dia bisa mencetak gol. Dia bak monster di dalam dan di luar arena dan dia sudah menjadi catatan sejarah klub kami, dia simbol penting dalam perlawanan kami di derby ini,'' puji Haro.

Quique Setien selaku entrenador Betis pun mengemukakan hal serupa. Dia pun menilai, sentuhan-sentuhan magis Joaquin selalu dia tunggu. ''Hari ini, sentuhan pertamanya pun sukses berbuah gol,'' ungkap Setien dikutip Diario de Sevilla. ''Dia selalu memuaskan fans,'' lanjutnya. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: #real-betis #sevilla #la-liga 

Berita Terkait

Coutinho Cedera, Blaugrana Merana

Indosport

Barcelona vs Sevilla, Bendung Mimpi 72 Tahun

Total Football

Mileneal El Real Ini Bukan Solusi

Total Football

Jadwal Lengkap Pekan Keenam La Liga 2018-2019

Total Football

Tanpa Gareth Bale, Madrid Menang Tipis Atas Espanyol

Total Football

IKLAN