Indosport

Beban Berat Djanur

Redaktur:
Beban Berat Djanur - Indosport

OPTIMISTIS - Djadjang Nurdjaman bertekad membawa Persebaya ke papan atas Liga 1.

INDOPOS.CO.ID – Berada di papan bawah tak membuat ciut nyali pelatih anyar Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman. Di sisa 14 laga, pelatih asal Majalengka itu menargetkan Green Force –julukan Persebaya-bisa berada di papan atas.

Target yang memang cukup berat. Mengingat Persebaya masih terperosok di posisi ke-13 dengan torehan 25 poin. Djanur – sapaan Djadjang- sadar untuk mencapai target yang diingikan bukanlah perkara mudah.

“Pasti bakal banyak tantangan yang harus dihadapi. Tapi, saya tak pernah takut. Karena saya suka tantangan,” kata mantan pelatih PSMS Medan itu. Apalagi, menurutnya, Persebaya punya skuad yang mumpuni. Dia kekuatan Green Force cukup merata.

 Memang dia belum pernah sekalipun memimpin latihan Persebaya. Tapi, pelatih 53 tahun itu sudah melihat dari layar kaca kala Green Force menghancurkan PSBI Blitar 14-0 (2/9). Penampilan anak asuhnya membuatnya tenang. “Saya lihat dari awal sampai akhir. Saya pikir, meski lama tak tampil, anak-anak main bagus,” kata Djanur.

Nah, komposisi pemain yang menghancurkan PSBI itu berpeluang menjadi kerangka utama tim di Liga 1 musim ini. Tapi, Djanur tetap tidak bisa menggaransi 11 pemain starter itu bakal selalu jadi pilihan utama. Sebab, dia menilai performa pemain yang turun dari bangku cadangan juga moncer.

“Saya rasa pergantian pemain tak mengubah kekuatan tim. Para pengganti menunjukkan kualitasnya,” kata Djanur.

Dalam laga kontra PSBI, ada tiga pemain yang masuk dari bangku cadangan. Mereka adalah Izaac Wanggai, Rishadi Fauzi dan Riky Kayame. Kecuali Izaac, Rishadi dan Kayame mencetak masing-masing satu gol. “Ini membuktikan bahwa kekuatan tim tidak terlalu jomplang,” tambah Djanur.

Djanur bisa saja menyebut penampilan para pemain pengganti moncer. Tapi, jika menilik statistik, terutama di lini depan, komposisi pemain memang sedikit jomplang. David da Silva sudah mencetak 11 gol. Sementara pelapisnya, Rishadi baru mengemas tiga gol. Sedangkan Kayame malah baru satu gol.

Meski begitu, Djanur tetap akan melihat performa anak asuhnya saat berlatih. “Perlu dilihat perkembangannya (untuk menentukan komposisi terbaik),” imbuh pelatih kelahiran 30 Oktober 1964 itu. Rencananya, Djanur akan tiba di Surabaya sore ini. Tapi, masih belum bisa langsung melatih. Dia baru akan memimpin latihan Green Force pada Rabu (5/9) nanti.

Meski baru memimpin, Djanur mengaku tak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Apalagi, dia sudah sering berkomunikasi dengan asisten pelatih, Bejo Sugiantoro. Dia juga bakal mempertahankan filosofi ngeyel khas Suroboyo. “Saya siap menjadi jembatan antara coach Djanur dan pemain,” kata bejo. (gus/jpg)

Berita Terkait

Bola Lokal / Penasaran Film Preman Pensiun

Bola Lokal / Penasaran Film Preman Pensiun

Liga Indonesia / Ruben Bisa ke MU, Osvaldo Bertahan

Liga Indonesia / Sedikit Waktu untuk Recovery

Liga Indonesia / Pemain Buangan yang Bersinar

Liga Indonesia / Merasa Persiapan Tidak Ideal


Baca Juga !.