Minggu, 18 November 2018 09:41 WIB
pmk

Indosport

Benny Dollo, Eks Pelatih Timnas yang Kini 'Melawan' Kanker Usus

Redaktur:

TEGAR - Benny Dollo mendapat suntikan semangat dari sejumlah pihak, tak hanya dari keluarga. SALMAN TOYIBI/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID - Benny Dollo sudah tidak asing lagi di benak pencinta sepak bola tanah air. Pria yang akrab disapa Bendol itu merupakan sosok pelatih yang malang melintang di persepakbolaan Indonesia. Saat masih aktif sebagai pelatih, Bendol identik dengan badannya yang gemuk, lebih tepatnya gempal. Namun, kini eks juru racik Persija Jakarta itu terlihat kurus. Bendol sedang berjuang 'melawan' penyakit kanker usus yang dideritanya.

-----------------------

Suasana di salah satu perumahan yang berada di Pamulang, Tangerang Selatan, cukup rindang. Di tengah kesunyian perumahan tersebut ada sosok pria menggunakan baju bertuliskan Just Be Yourself di salah satu rumah. Dia tampak sudah menungggu kedatangan Jawa Pos (Grup Indopos), yang beberapa jam sebelumnya melakukan koordinasi untuk wawancara.

Pria yang ketika itu menggunakan celana pendek sudah berdiri di depan pintu masuk rumah yang didominasi warna krem. Sosok itu bernama Bendol. Namun, pria bernama lengkap Benny Selvianus Dollo yang sekarang jauh berbeda dengan yang biasa dilihat dari layar televisi. Perbedaan postur begitu terlihat.

Bendol sebelumnya memiliki perawakan gempal dengan pipi yang tembam. Namun, ketika ditemui kala itu, Bendol lesu. Jalannya pun tak lagi gagah. Dia berjalan dengan hati-hati. Setapak demi setapak dilaluinya untuk mendatangi Jawa Pos dan lantas menyapa serta mempersilakan masuk dengan nada suara yang pelan.

Hampir di setiap sudut dari rumah dua lantai itu terpajang beberapa masa kejayaan Bendol saat melatih. Mulai dari foto-foto saat dirinya melatih, piagam penghargaan yang didapat, hingga kliping dari koran dan yang pernah membuat berita tentangnya. Kondisi Bendol saat ini memang cukup memprihatinkan. Kanker usus yang dideritanya membuat badannya tergerus. Sampai kurus. Tulang dan urat di leher yang sebelumnya tertutup daging kini terlihat.

Setelah duduk di kursi, Bendol pun menceritakan soal penyakit yang diidapnya tersebut. Indikasi penyakit yang dideritanya itu bermula ketika masih memegang Sriwijaya FC pada 2016. Kala itu, sekali waktu, Bendol pernah buang air besar (BAB). Namun, dari kotoran hasil BAB itu terdapat darah. Dalam bahasa medis disebut perdarahan rectum. Itu menyebabkan tinja berwarna lebih gelap. Hal itu lantaran darah tersebut telah diproses oleh saluran pencernaan, sehingga turut memengaruhi warna feses yang dikeluarkan penderita kanker usus.

”Waktu itu saya anggap ringan-ringan saja, itu tahun 2016. Masih melatih,” ujar Bendol membuka pembicaraan seraya bibir dan tangannya yang gemetaran.

Namun, Bendol mulai curiga ketika berat badannya turun drastis. Ya, hari demi hari, berat badan Bendol semakin menyusut. Dari yang sebelumnya sekitar 80 kg turun drastis menjadi 54 kg. "Sudah sangat drop itu,” ucap pelatih berusia 67 tahun itu dengan mata yang berkaca-kaca.

Saat itu, sambungnya, bertepatan dengan putus kontrak dengan Laskar Wong Kito - julukan Sriwijaya FC. Mulai khawatir dengan kesehatannya, dia kemudian berobat di salah satu rumah sakit di kawasan Bintaro. Ketika melakukan screening, ternyata terdapat daging yang menggumpal di usus. Beruntungnya, saat itu, tim medis disebutnya bergerak cepat dengan langsung melakukan operasi.

”Sudah diangkat itu (tumor), untungnya belum terlambat,” ungkap pria kelahiran Manado itu.

Selama setahun setelahnya, Bendol rutin melakukan kemoterapi. Kini, dia merasa kondisinya terus membaik. "Dokter sudah scan dan tidak ada kankernya lagi. Setelah itu setiap enam bulan sekali harus kontrol," paparnya.

Meningkatkanya perkembangan kesehatan Bendol tidak lepas dari kedisiplinannya mengikuti anjuran dokter. Terutama, soal makanan. Apa saja makananyang dilahapnya harus sesuai dengan anjuran dokter. Beberapa makanan yang dilarang seperti daging dan cabai sudah ditinggalkannya.

Kini, dia beralih ke makanan seperti kentang, toge, telur, hingga roti. Makanan menjadi salah satu indikator penting dari proses penyembuhan yang dijalaninya. ”Itu harus dipatuhi. Kalau kita memakan apa yang dilarang sama saja bunuh diri,” ujarnya.

Berat badan Bendol saat ini diupayakan untuk bisa mencapai 70 kg. "Untuk berat ideal itu melalui pengawasan dokter," katanya.

Selain itu, dia menyebut kalau penyembuhan juga tergantung dari hasil kontrol setiap enam bulan. Oleh sebab itu, dia mengaku selalu melakukan komunikasi dengan pihak dokter. ”Misalkan ada yang kurang di benak saya, saya mesti kasih tahu ke dokter, ada sakit menjurus yang mencurigakan seperti itu, cepat-cepat ke dokter,” bebernya.

Meski masih tertatih-tatih, semangatnya untuk berolahraga tidak kendur. Dia mengaku terus mencari keringat dengan cara sederhana. Seperti berjemur, jalan, hingga berolahraga dengan sepeda statis di rumah.

Selama mengidap penyakit kanker usus pada 2016, Bendol tidak lagi memegang tim. Pernah pada 2018, terdapat satu klub yang merumput di Liga 1 menawarinya untuk melatih. Hanya saja, dia menolak karena ingin terlebih dahulu fokus pada kesehatannya. (raf/jpc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #benny-dollo #eks-pelatih-timnas #kanker-usus 

Berita Terkait

IKLAN