Jumat, 21 September 2018 05:36 WIB
pmk

Total Sport

Kini Indonesia Fokus Asian Paragames 2018

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Perhelatan Asian Games 2018 dtutup secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Stadion Utama  Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/9) malam. 

Tapi bukan berarti pekerjaan sudah selesai karena  Indonesia masih akan menjadi tuan rumah gelaran Indonesia 2018 Asian Para Games, pada 6-13  Oktober mendatang, di Jakarta.

Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC, tidak membuang waktu dan langsung  fokus menggelar persiapan akhir pada sekitar satu bulan menjelang berlangsungnya pesta olahraga atlet  penyandang disabilitas terbesar kedua di dunia ini.

Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa dirinya sudah menugaskan seluruh anggota  INAPGOC untuk melakukan pengamatan langsung di lapangan selama berlangsungnya gelaran Asian  Games 2018.

“Dengan melakukan pengamatan langsung, kami bisa melihat kondisi di lapangan secara nyata. Dan, dari  pengamatan selama kurang lebih dua minggu kami melihat banyak hal yag bisa menjadi pelajaran buat  INAPGOC dalam penyelenggaraan Indonesia 2018 Asian Para Games. Yang positif tentunya jadi bahan  masukan untuk kami, sementara yang negatif jadi bahan pelajaran agar kami bisa melakukan dengan  lebih baik lagi,” ujar Okto dalam keterangannya, Senin (3/9).

Beberapa venue kompetisi Asian Games 2018 yang berada di Gelora Bung Karno juga akan digunakan  pada Indonesia 2018 Asian Para Games mendatang, yaitu Stadion Utama, hall basket, Istora, Stadion  Akuatik, lapangan hoki, dan lapangan panahan. Venue kompetisi Asian Games 2018 di luar GBK yang  juga akan menjadi tuan rumah Indonesia 2018 Asian Para Games adalah Jakarta International   Velodrome dan JIExpo.

Salah satu hal yang menjadi masukan bagi INAPGOC adalah penataan kawasan Gelora Bung Karno yang  disulap menjadi area fan fest yang diberi nama Asian Fest. Di sana tersedia beberapa layar besar di  mana pengunjung bisa menyaksikan siaran langsung kompetisi dan juga kios-kios kuliner dan kerajinan  milik UKM. 

“Kami akan melanjutkan konsep area publik di kawasan Gelora Bung Karno, seperti yang dilakukan oleh  INASGOC, tapi dengan konsep dari Asian Para Games yang lebih humanis karena kami harus  mempertimbangkan faktor aksesibilitas,” ucap Okto lagi. 

Kegiatan torch relay akan menjadi acara pembuka kampanye 30 hari menjelang penyelenggaraan Indonesia 2018 Asian Para Games dengan pengambilan api di Mrapen, Solo, pada Rabu (5/9) mendatang. Setelah itu, api akan dibawa ke Ternate pada Minggu (9/9) mendatang sekaligus meramaikan perayaan Hari Olahraga Nasional 2018 yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko  Widodo. 

“Kegiatan torch relay ini akan menjadi bagian dari sosialisasi Indonesia 2018 Asian Para Games di  seluruh Indonesia karena akan menjangkau delapan kota yang mewakili ribuan pulau di Nusantara. Kami  ingin kegiatan torch relay ini menggelorakan semangat dukungan dari seluruh komponen bangsa  Indonesia terhadap kesetaraan penyandang disabilitas,” kata Okto. (bam)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-paragames-2018 

Berita Terkait

Obor Asian Para Games Disambut Antusias di Bali

Total Sport

IKLAN