Minggu, 18 November 2018 09:03 WIB
pmk

Internasional

Museum Kuno Hangus Terbakar

Redaktur:

MEMBARA - Polisi mengawasi kebakaran di Museum Nasional, Rio de Janeiro, di Brasil, (2/9) malam. Penyebab kebakaran tersebut belum diketahui. CARL DE SOUZA/ AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID - Catatan 200 tahun sejarah Brasil lenyap dalam semalam. Minggu (2/9) api melalap Museu Nacional alias Museum Nasional yang menyimpan beragam artefak, fosil, dan bukti sejarah selama dua abad terakhir. Kemarin (3/9) kebakaran hanya menyisakan arang dari museum yang terletak di Rio de Janeiro itu.

’’Karya, penelitian, dan pengetahuan selama 200 tahun telah hilang,’’ cuit Presiden Brasil Michel Temer melalui akun Twitter-nya seperti dilansir Reuters. Minggu petang itu, tepatnya sekitar pukul 17.30 waktu setempat, api dengan cepat melalap bangunan kuno tersebut. Sejauh ini, belum ada informasi tentang jumlah kerugian.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Tapi, museum yang Juni lalu genap berusia 200 tahun itu memang tidak dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai. Termasuk sistem pencegahan kebakarannya. Untung, museum tutup saat kebakaran terjadi. Maka, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Sedikitnya 80 personel pemadam kebakaran terlibat dalam pemadaman api Minggu itu. Mereka sempat kewalahan karena si jago merah menjalar dengan sangat cepat. Sementara itu, dua hidran di dekat museum tidak berfungsi. Petugas terpaksa mengambil air dari danau terdekat untuk memadamkan api.

Tengah malam api baru bisa dijinakkan. Beberapa jam kemudian, semua titik api berhasil dipadamkan. Tapi, bangunan yang rencananya direstorasi dalam waktu dekat itu luluh lantak. Associated Press melaporkan bahwa sebagian besar koleksi berharga yang tersimpan di sana juga musnah.

’’Kami bisa menyelamatkan banyak barang dengan bantuan para pekerja museum,’’ ujar jubir pasukan pemadam kebakaran Roberto Robadey. Belum diketahui apakah Luzia, kerangka manusia yang berumur 12.000 tahun, berhasil diselamatkan atau tidak. Luzia merupakan salah satu koleksi paling berharga museum. Sebab, Luzia diyakini sebagai kerangka manusia pertama yang menghuni Brasil. 

Wakil Direktur Museu Nacional Luiz Duarte menyesalkan kebakaran yang membuat museum kehilangan koleksi-koleksi berharganya. Kemarin dia menyalahkan pemerintah. ’’Mereka selalu mengabaikan kami,’’ ucapnya.

Museum tersebut, menurut Duarte, selalu mengalami krisis pendanaan. Pemerintah pun tidak pernah menggubrisnya. ’’Kami tak pernah mendapat apa-apa dari pemerintah federal,’’ tegasnya. Bahkan, saat peringatan 200 tahun museum pun tidak ada menteri yang datang. Padahal, pihak museum telah mengirimkan undangan.

Kebakaran itu sebenarnya ironis. Sebab, Juni lalu pihak museum membuat kesepakatan dengan Banco Nacional de Desenvolvimento Economico e Social (BNDES) alias Bank Nasional untuk Pembangunan Sosial Ekonomi. Pihak bank setuju mendanai restorasi museum itu. Nilai kesepakatannya mencapai USD 5,35 juta atau setara Rp 79,4 miliar.

Museum Nasional Brasil tersebut menyimpan lebih dari 20 situs bersejarah. Mulai dari temuan arkeologi hingga memorabilia bersejarah. Kebakaran terjadi setelah jam berkunjung bagi para wisatawan selesai.

Seperti dilansir Sky News, Senin (3/9), sejumlah pemadam kebakaran bergegas menangani kebakaran usai mendapat laporan. Sersan Moises Torres dari markas pemadam kebakaran Brasil mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran diberangkatkan pada pukul 19.30 waktu setempat.

Menurut dia, tidak ada informasi tentang korban cedera dalam kebakaran tersebut. Hingga kini belum diketahui seberapa luas kerusakannya usai dilalap si jago merah. Termasuk penyebab kebakaran masih diselidiki.

Bencana tentu menjadi pukulan bagi Brasil. Betapa tidak, Rio de Janeiro merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak 200 tahun lalu. "Hari yang menyedihkan bagi semua orang Brasil. Nilai sejarah kita tidak dapat diukur oleh kerusakan pada bangunan," ungkap Presiden Brasil Michel Temer melalui akun Twitter-nya.

Museum tersebut merupakan institusi saintifik tertua di Brasil. Selain itu juga merupakan salah satu museum terbesar sejarah alam dan antropologi di Amerika. Rio de Janeiro merupakan rumah bagi beberapa koleksi dari berbagai dunia termasuk artefak Mesir dan fosil manusia tertua yang ditemukan di Brasil.

Menurut situs web museum, mereka memiliki ribuan item yang berkaitan dengan sejarah Brasil dan negara-negara lain, serta merupakan bagian dari Universitas Federal Rio de Janeiro.(sha/c19/hep/ce1/trz/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kebakaran 

Berita Terkait

Kebakaran Belum Padam, Harapkan Hujan Turun

Internasional

Si Jago Merah Ngamuk, Rumah dan Isinya Ludes

Nusantara

SPBU Ludes Dilalap Api

Megapolitan

Si Jago Merah Melalap Habis Gerbang Tol Pejompongan

Jakarta Raya

IKLAN