Senin, 19 November 2018 04:06 WIB
pmk

Banten Raya

Komunikasi Kadis-Sekdis Buruk, Progam Pendidikan Terganggu

Redaktur:

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy

INDOPOS.CO.ID – Polemik soal retaknya hubungan antara Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Dinasnya yang membuat terganggunya roda Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut mulai disoroti Wakil Gubernur Banten.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazruny meminta kepada Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Banten, Joko Waluyo untuk memperbaiki pola komunikasi dengan seluruh staf agar roda organisasi di OPD tersebut berjalan kondusif dan tak mengganggu program pendidikan yang menjadi program prioritas Pemprov Banten.

“Sebenarnya selama ini tidak ada masalah di Dinas Pendidikan, namun pola komunikasinya saja yang perlu diperbaiki. Termasuk Kadis juga harus dapat membina bawahannya,” ujar Andika kepada INDOPOS, Senin (3/9).

Menurut Andika, gubernur sudah menginstruksikan langsung kepada Kepala Dinas Dikbud Engkos Kosasih untuk menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh jajarannya termasuk Sekdis. Karena menurut politisi partai Golkar ini, selaku pimpinan perangkat daerah, kadis  dan sekdis harus bisa mengorganisir dan memberikan koordinasi yang baik. ”Antara Kadis dan Sekdis itu jangan masing-masing, harus saling koordinasi yang baik, biar staf tidak bingung,” cetus Andika.

Diketahui, Sekdis Dikbud Banten, Joko Waluyo yang merupakan pejabat BPKP yang ditarik oleh Gubernur Banten kerap mendapat kritikan karena jarang hadir dalam rapat-rapat penting, termasuk dalam rapat pimpinan (Rapim) yang dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur serta seluruh kepala OPD. Yang terakhir, Sekdis Joko Waluyo juga tidak tampak ketika diadakan Rapim di kantor Bappeda, Senin (3/9).

Bahkan saat Rapim, Gubernur Banten Wahidin Halim sempat melakukan absensi pejabat Dikbud dan mempertanyakan ketidak hadiran Sekdis. ”Memang tadi Pak Gubenrur sempat mempertanyakan Sekdis Dibud yang tidak hadir dalam rapim kepada kadis,” ujar seorang ASN yang ikut dalam Rapim tersebut.

Kepala Dinas Dikbud Banten,Engkos Kosasih yang dikonfiramsi mengakui ketidakhadiran Sekdis dalam rapim yang dihadiri oleh gubernur dan wakil gubernur di kantor Bappeda. ” Saya sendiri tidak tahu apa alasan Pak Sekdis tidak hadir dalam rapim. Namun, Kabid SMK yang menjawab kepada Pak Gubernur jika Sekdis sedang sakit, namun ke saya tidak ada pemberitahuan,” ungkap Engkos.

Sebelumnya,sejumlah Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mempertanyakan ketidakhadiran Sekdis dalam  sosialisasi pendidikan gratis yang dihadiri oleh seluruh ketua MKKS Kabupaten dan Kota, serta anggota dewan Pendidikan Banten. ”Kami sangat menyayangkan ketidakhadiran Sekdis, dalam kegiatan yang sangat penting ini tanpa alasan yang jelas,” ujar seorang Ketua MKKS di salah satu daerah Banten yang menolak ditulis namaya.

Seperti diketahui bahwa renggangnya hubungan antara Kadis Pendidikan Engkos dengan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Banten, Joko Waluyo sudah berlangsung sejak Juli 2018 lalu, tepatnya sejak dimulainya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online wilayah Banten. Sejak saat itu, Sekdis selaku Ketua PPDB tidak pernah melapor kepada kepala dinas.(yas)

Kerenggangan Terjadi 

-     Sejak PPDB online wilayah Banten Juli 2018 komunikasi terputus

-    Renggangnya hubungan membuat kinerja Dinas Pendidkan terhambat

-    Sejumlah rapat di Dinas Pendidikan tak pernah dihadiri Sekdis

-    Sidak Sekda) Banten, Ino S Rawita awal Agustus 2018 tak direspon sekdis

-    Awal September, Wagub soroti buruknya hubungan Kadis - Sekdis

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #disdik-banten 

Berita Terkait

IKLAN