Kamis, 15 November 2018 03:02 WIB
pmk

Nusantara

Elpiji 3 Kg Makin Langka, Diduga Pangkalan Bermain

Redaktur:

BERSUBSIDI- Harga dan stok elpiji 3kg di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara masih stabil. JACK/RADARA TARAKAN

INDOPOS.CO.ID - Kelangkaan elpiji 3 kg masih terus berlanjut. Masyarakat semakin sulit mendapatkan gas di pasaran. Kelangkaan elpiji 3 kg itu membuat masyarakat mengkritik pemerintah. Pihak terkait dinilai terkesan mendiamkan masalah ini.

Anggota Komisi III DPRD Luwu Utara, Muh Ibrahim mengatakan, kelangkaan elpiji 3 kg akibat tidak ada ketegasan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Luwu Utara. ''Seharusnya Dinas Perdagangan turun ke lapangan melakukan sidak pangkalan. Karena masalah kelangkaan ini terjadi dari pangkalan ke pengecer," tegas Ibrahim, Senin (3/9).

Legislator ini menuding, pangkalan dan pengecer diduga kuat menampung untuk dijual dengan harga tinggi. Betapa tidak, dengan kondisi seperti sekarang ini, elpiji 3 kg yang tadinya hanya Rp16 ribu, kini mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Luwu Utara, Muslimin Muchtar mengaku sudah melakukan sidak ke pangkalan. ''Memang ada indikasi pangkalan menjual gas melon ke pengecer untuk dijual ke luar Luwu Utara,'' kata Muslimin.

Dia mengindikasikan pelaku bergerak membawa gas melon dalam jumlah banyak ke luar Luwu Utara saat tengah malam. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan polisi untuk melacak hal itu. ''Kalau ada warga melihat, segera laporkan ke polisi,'' paparnya.

Di Luwu Timur, Dinas Perdgangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Luwu Timur, mendistribusikan langsung elpiji 3 kg kepada masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro. ''Ini adalah salah satu langkah dalam mengantisipasi kelangkaan," jelas Kabid Perdagangan, Disdagkop dan UKM, Andi Tenriawaru.

Pihaknya mengaku terlah berkoordinasi dengan Pertamina untuk operasi pasar. Operasi pasar ini, ditempatkan di wilayah Kecamatan Tomoni (1 truk 560 tabung) dan Kecamatan Malili (1 truk 560 tabung).

Di Bone, beberapa pangkalan menjual elpiji 3 kg di atas HET. Ada mencapai Rp25 ribu per tabung. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma Praditya Negara menjelaskan, penyelidikan digelar personelnya dengan cara undercover buy atau penyamaran. Alhasil, ada tiga pangkalan yang didapati menjual elpiji di atas HET.

"Untuk itu, tabung gas elpiji 3 kg yang dibeli melalui undercover buy bersama uang tunai diamankan. Kita akan jalankan proses lidik lebih lanjut," ungkap Dharma.

Pj Bupati Bone, Andi Bakti Haruni mengapresiasi langkah kepolisian. Sejak awal, ia telah meminta Polres Bone membantu penyelidikan terkait kelangkaan dan harga elpiji yang menjulang tinggi itu. (syahruddin/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #elpiji-3-kg 

Berita Terkait

Elpiji 3 Kg Barang Dagangan, tapi...

Nasional

Cari Solusi Turunkan Harga Gas Industri

Nasional

Tahun Depan, Gas 3 Kg Tidak Dijual Bebas

Nasional

Parah, Sindikat Ini Oplos Gas Ditambah Air

Headline

Penyaluran Tidak Tepat Sasaran, Gas 3 Kg Langka

Headline

IKLAN