Senin, 17 Desember 2018 03:09 WIB

Jakarta Raya

Mubes Bamus Betawi Ke-7 Deadlock

Redaktur:

SERIUS - Sejumlah perwakilan masyarakat Betawi berkumpul menolak hasil Mubes Bamus Betawi Ke-7. IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Musyawarah Besar (Mubes) Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi ke VII berakhir deadlog (tidak menemui titik temu). Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas)  yang hadir menolak, karena menilai adanya pemaksaan kehendak untuk menghilangkan peran majelis tinggi atau dewan adat, yang notabene adalah marwah dari Bamus Betawi.

“Kami dari ormas yang hari ini mengadakan musyawarah besar Bamus Betawi ke tujuh, melihat situasi terkini ada hal-hal krusial buat kami, ada pemaksaan kehendak untuk meniadakan peran majelis tinggi menjadi hanya pemilihan ketua umum saja,” ujar Sekjen Forkabi Mohamad Ihsan, di sela-sela Mubes yang berlangsung di Jakarta Barat, Senin (3/8) dini hari.

Ihsan mengatakan, marwah organisasi keadatan adalah ada pada majelis tinggi atau ketua adat yang dijalankan secara kolektif. Dalam majelis tinggi atau ketua adat inipun isinya bukan orang sembarangan, tetapi para ulama, para tokoh, birokrasi, pendiri dan mantan ketua umum. “Sehingga jika majelis adat ditiadakan dan hanya ketua umum saja yang ada, kami sangat khawatir roh dan marwah Bamus Betawi ini akan hilang. Kami tidak mau organisasi ini tidak punya marwah,” tegasnya.

Sekjen Forum Betawi Rempug (FBR) H Danail Alhaz, mengatakan pihaknya sebagai ormas-ormas yang melaksanakan mubes ke VII, melihat situasi sidang komisi dimana telah mencederai wadah masyarakat adat Betawi. Dimana wadah adat Betawi itu merupakan sebuat wadah untuk mengakomodir dan menjaga adat istiadat Betawi yang pelaksanaannya melalui majelis adat.

“Ini adalah majelis adat dan majelis tertinggi di dalam masyarakat adat. Sehingga kami bersama ormas-ormas beserta masyarakat Betawi yang menyelenggarakan musyawarah besar yang menjunjung tinggi majelis adat sebagai menyatakan bahwa mubes saat ini belum selesai. Kami tegaskan sebagai masyarakat Betawi akan menjunjung tinggi majelis adat dan majelis tinggi yang merupakan majelis tertinggi di masyarakat adat Betawi,” tegasnya.

Juru bicara ormas-ormas pendukung dewan adat Bang Fajri, menjelaskan, dewan adat itu dimanapun adalah pihak yang memilih ketua umum, sebagai mandataris dari dewan adat. “Sekarang kita jangan jadi bodoh dengan melanggar itu semua. Kami tidak mau marwah Kebetawian kita ini jatuh. Artinya kita di sini menjaga marwah Kebetawian. Kita berharap, pertemuan kita ini adalah bentuk komitmen menjaga marwah,” tandasnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mubes-bamus-betawi #komunitas 

Berita Terkait

IKLAN