Sabtu, 22 September 2018 12:31 WIB
pmk

Nusantara

Harga Tanah per Meter Hanya Rp 12 Ribu, Warga Protes Pembebasan Jalan Tol

Redaktur:

TERKENDALA- Seorang warga berada di lokasi proyek Tol Pariaman-Pekanbaru Jl Padang Bypass Km 28. Pengerjaan Tol itu masih terkendala, Pemerintah meminta pendapat Mahkamah Agung (MA) untuk dasar hukum karena tidak ada kesepakatan dengan masyarakat terkait pembebasan lahan. Ryan Darmawan/Padang Ekspres

INDOPOS.CO.ID – Pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera rupanya tak bakal berjalan mulus. Itu  lantaran terkendala pembebasan lahan di mana-mana. Sejumlah warga dalam beberapa gampong di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar mengaku harga tanah mereka untuk pembangunan jalan tol Aceh Besar - Sigli dibayar hanya Rp 12 hingga Rp 40 ribu permeter. Mendapat perlakuan ini, mereka mendatangi DPRA untuk melakukan audiensi.

Kedatangan disambut Anggota Komisi I Iskandar Usman dan Jamaluddin T Muku, Senin (3/9). "Kami tidak terima harga tanah dibayar begitu murah untuk pembangunan jalan tol di Blang Bintang," jelas T Sulaiman, seorang dari warga.

Ia berharap DPRA memperhatikan nasib mereka yang dirugikan sepihak. "KJPP menetapkan harga tanah tersebut sangat murah," jelasnya. Saat ini belum ada pembayaran yang diterima masyarakat akibat murahnya harga.

"Semoga pembebasan lahan dan ganti rugi tidak begitu murah dan tanpa memperhatikan kami dari keluarga kurang mampu," pintanya. Sementara, Anggota Komisi I DPRA, Iskandar Usman mengatakan, para warga mengeluh atas penetapan harga yang ditetapkan Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP).

"Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, harga ganti rugi lahannya adalah Rp70 hingga Rp130 ribu. Penetapan harga pembebasan lahan itu tidak sesuai standar seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Iskandar mengatakan, Komisi I DPRA nantinya akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait seperti KJPP, Badan Pertanahan Aceh, Pemerintah Aceh, serta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) I Aceh, untuk mempertanyakan soal ganti rugi pembebasan lahan pembangunan tol Aceh.

“Nanti kita akan pertanyakan kepada pihak terkait standar apa yang digunakan dengan begitu murah harganya," jelasnya. Ia berharap nantinya bisa menghadirkan masyarakat yang memiliki tanah yang imbas dari pembangunan jalan tol di Aceh.

"Kita ingin harga ganti rugi tanah ini dapat diketahui masyarakat dengan sejumlah desa imbas dari pembangunan jalan tol di Aceh," tutupnya. (adi/mai/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembebasan-jalan-tol #pembangunan-jalan-tol 

Berita Terkait

IKLAN