Kamis, 15 November 2018 09:27 WIB
pmk

Megapolitan

Kali Bekasi Kembali Tertutup Busa Putih

Redaktur:

PENCEMARAN-Salah satu aliran Kali Bekasi, tepatnya di Bendungan Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur tertutup busa berwarna putih, Senin (3/9). deny iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID – Untuk kesekian kali, pencemaran kembali terjadi di Kali Bekasi. Busa tebal kembali menutupi aliran sungai yang membelah Kota Bekasi itu, Senin (3/9). Buih atau busa itu diduga berasal dari limbah industri deterjen yang ada di bantaran sungai.

Diduga kandungan busa itu mengandung zat surfaktan atau kandungan berbahaya yang bisa merusak kulit. ”Kandungan air Kali Bekasi itu diduga mengandung zat surfaktan. Karena limbah yang dihasilkan berbentuk buih atau busa dari perusahaan detergen,” terang Kordinator Environment Community Union (ECU) Benny Tunggul, Senin (3/9).

Benny menambahkan, zat surfaktan dikenal sebagai bahan yang bisa membuat busa di samping bahan lainnya seperti phospor. Apabila kandungan air itu digunakan atau bahkan dikonsumsi oleh warga, dampaknya akan terasa pada kulit. ”Bisa membahayakan jiwa manusia itu sendiri," ucapnya juga.

Untuk pencemaran busa putih di Kali Bekasi, Benny mengaku melihat langsung kejadian tersebut di Bendungan Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur. Dimana buih tebal itu sudah menutup permukaan Kali Bekasi. Sehingga perlu adanya netralisir air sebelum dipakai untuk konsumsi.

”Karena perusahaan air minum Kota Bekasi masih mengandalkan air dari Kali Bekasi sebagai bahan baku air bersih,” paparnya juga.

Sementara itu, Ardiansyah, 32, warga Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bekasi Timur mengaku buih atau busa di Kali Bekasi berasal dari wilayah selatan. Menurut dia, permukaan Kali Bekasi sudah tidak telihat karena diselimuti buih tebal.  ”Buih berwarna putih di Kali Bekasi sudah ada sejak Senin (3/9) pagi. Buih itu mengalir terus di Kali Bekasi," ucapnya.

Seperti diketahui, munculnya buih berwarna putih yang menutupi permukaan Kali Bekasi bukan kali ini saja terjadi. Peristiwa serupa juga sempat terjadi pada September 2017 lalu. Dimana buih atau busa dari salah satu perusahaan detergen menutupi permukaan Kali Bekasi. Akibatnya, seluruh hewan yang ada di sungai itu mati.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungam Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Sugiono mengatakan, pihaknya sejak mendapat laporan adanya pencemaran langsung menerjunkan petugas ke lokasi.

Sampai Senin sore (3/9), dirinya belum menerima laporan dari jajarannya yang melakukan penelitian pencemaran tersebut. "Mungkin nanti kita periksa dulu kandungan pencemarannya," ucapnya.

Menurut dia juga, Kota Bekasi terdapat 18 pabrik berbagai yang berdiri di bantaran Kali Bekasi. Tiga dari belasan pabrik itu sudah disegel karena menyalahi aturan pembuangan limbah. Sedangkan satu perusahaan lagi sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi karena melakukan pencemaran.

"Satu pabrik itu dilaporkan ke polisi karena tetap beroperasi meski instalasi air limbahnya sudah kami segel. Tapi tetap beroperasi dan membuang limbah ke Kali Bekasi,” ucapnya. Sugiono juga menegaskan, pelaku pencemaran bisa dijerat dengan hukuman berlapis.

Yakni, bisa dijerat dengan Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintan (PP) Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Lombah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). ”Ancaman kurungan penjara lima tahun," tandas Sugiono. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #limbah 

Berita Terkait

Sering Tercemar, Air Kali Bekasi Berbahaya

Megapolitan

Warga Geram, Pemda Tak Tindak Pelaku Pencemaran Cileungsi

Megapolitan

Limbah Kiriman Ancam Kali Bekasi

Megapolitan

Kali Cileungsi Menghitam, Puluhan Warga Keracunan

Megapolitan

IKLAN