Rabu, 21 November 2018 01:14 WIB
pmk

Megapolitan

Revitalisasi Terminal Baranangsiang Belum Jelas

Redaktur:

SEMRAWUT-Kondisi Terminal Baranangsiang banyak dikeluhkan warga. Foto. rangga/megapolitan/jpc

INDOPOS.CO.ID - Kondisi Terminal Baranangsiang di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor hingga kini boleh disebut memprihatinkan. Baik dari segi fisik bangunan atau pengelolaan. Bahkan, rencana revitalisasi terminal yang sudah ada sejak 1970 itu belum juga terealisasi.

Konsep pembangunan yang akan menjadikan terminal menjadi kawasan terintegrasi atau Transit Oriented Development (TOD) semakin tidak jelas. Berbagai kendala di antaranya soal kepastian desain dan penolakan masyarakat yang mengais rezeki di terminal seluas 21.415 meter persegi itu belum bisa terpecahkan.

Kepala Terminal Baranangsi¬ang Dedi Humaidi mengata¬kan hingga kini belum ada kejelasan terkait proyek TOD di Terminal Baranangsiang. Sebab, belum ada kesepakatan baik dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), pemerintah daerah hingga pihak-pihak yang masuk kategori tipe A itu.

”Belum ada, karena belum ada kesepakatan dari beberapa pihak di terminal. Makanya sekarang masih penjajakan lah. Kami (BPTJ, Red) juga kan mengelola di sini baru tiga bu¬lanan, masih mendengar kelu¬han di lapangan yang selama ini ada,” kata Dedi.

Untuk itu, sambung dia, pi¬haknya belum bisa menarget¬kan dengan pasti kapan termi¬nal bakal direvitalisasi. BPTJ selaku pengelola terminal tipe masih perlu membangun komu¬nikasi dengan warga yang men¬cari nafkah di terminal.

”Evaluasi kami lebih ke arah dampak sosial dulu. Apalagi kepala badan kami baru dua kali ke sini, ya perlu waktu un¬tuk komunikasi dan mencari solusi,” ujarnya.

Saat ditanya soal rencana jalur Light Rail Transit (LRT) yang diwacanakan masuk Terminal Baranangsiang, Dedi mengaku belum ada kejelasan soal ren¬cana tersebut.

”Bisa saja ada perubahan desain dari rencana yang sudah ada. Belum saya lihat secara keseluruhan. Mungkin ada perubahan (desain). Kita lihat nanti,” imbuhnya.

Dedi mencontohkan, kebe¬radaan terminal seperti mi-niatur kehidupan. Banyak aspek dan kepentingan terli-bat, sehingga perlu sinergi dari semua elemen yang ada. “Ini harus jadi satu dari seluruh unsur elemen. Bersinergi, jadi bukan hanya tugas ke¬pada terminal saja, tapi semua,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, kon¬disi Terminal Baranangsiang saat ini banyak dikeluhkan warga di sosial media. Namun ia berharap warga bersabar dengan rencana yang sedang digarap BPTJ.

”Banyak pertanyaan warga, pembenahan luar biasa di pu¬sat kota, pedestrian dan taman dibenahi. Tapi kenapa pintu gerbang utama kota (Terminal Baranangsiang) dididiamkan? Bukan kita diam. Bukan kita tidak memiliki rencana. Rencana itu ada tapi ada prosesnya,” pungkasnya. (ryn/c/yok/py/jpc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #revitalisasi-terminal 

Berita Terkait

IKLAN