Rabu, 21 November 2018 09:22 WIB
pmk

Nusantara

Cerita di Balik Viral dan Larisnya Penjualan Kaus 7.0 SR

Redaktur:

KREATIF: Baju dengan desain unik dibuat oleh tangan-tangan kreatif pengusaha lokal, Mataram. Hasil penjualannya untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana gempa bumi. FOTO:lalu M Zaenudin/Lombok Post/jpg

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

INDOPOS.CO.ID - ADA ragam cara dan kreavitas pengusaha membantu para korban bencana gempa bumi. Salah satunya dengan ‘menjual’ Gempa 7.0 SR. Berikut laporannya. Bukannya paranoid dengan gempa 7.0 Skala Richter (SR), beberapa remaja kreatif ini justru menjadikannya ide bisnis.

Mereka dengan sangat percaya diri mengenakan pakaian bertuliskan ”7.0 SR Magnitudo.” Gempa yang dalam hitungan detik meluluhlantakan sebagian pulau Lombok. Pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu.

Fathoni Akbar tim marketing kaos 7.0 SR asal Kampung Melayu Ampenan ini mengatakan jika ide ini tidak semata bisnis. Bahkan ia meyakinkan tidak ada unsur bisnisnya sama sekali. Sebab semua keuntungan dari hasil penjualan pakaian 7.0 SR itu disalurkan pada para warga yang tertimpa bencana.

”Bahkan tidak hanya pakaian itu. Usaha parfum saya 100 persen juga keuntungannya untuk didonasikan bagi korban gempa,” kata Oney. Saat ia sadar gempa bumi itu telah meluluhlantakan separuh Lombok, Oney dan beberapa temannya langsung tergerak. Awalnya mereka sempat bingung mau membantu dengan cara seperti apa. Sempat berpikir untuk turun ke jalan dan membawa kardus-kardus amal.

”Tapi hasilnya tidak maksimal. Kami melihat warga yang terdampak masih butuh lebih banyak lagi logistik dari yang bisa kami kumpulkan,” tuturnya.  Seorang Bos Dealer Motor kemudian menyarankan Oney dan kawan-kawannya mencetak kaos oblong. Lalu menulis 7.0 SR. Sempat ragu karena khawatir akan semakin membuat masyarakat trauma. Tapi akhirnya mereka sepakat membuat untuk menarik minat warga luar.

”Mulanya kita mau pasarkan ke luar daerah saja. Tapi ternyata peminatnya justru datang dari masyarakat Lombok juga,” kata Ria Sumanti, tim marketing kaos oblong 7.0 SR.

Rupanya banyak orang yang ingin mengoleksi properti yang bisa mengingatkan pada momen gempa dahsyat itu. Tentu saja bukan untuk mendoakan gempa itu kembali terjadi. Tetapi mengenang bagaimana gempa itu bisa membuat Lombok jadi sorotan dunia.

”Sementara peminat dari luar, seperti dari Kalimantan, hingga bule-bule di Australia ikut memesan,” terangnya. Bagi remaja-remaja kreatif ini merekam momen bersejarah itu, sama saja dengan merekam bagaimana aksi 212 yang pernah terjadi di Jakarta. Siapapun tidak ada yang menginginkan latar belakang peristiwa-peristiwa besar itu kembali terulang.

Tetapi mengenang momentum dengan maksud mengambil pelajaran. Jika suatu saat peristiwa itu kembali terjadi inilah tujuan utamanya. “Kita ingin merekam momentum besar yang pernah terjadi di Lombok, melalui kaos ini,” terangnya.

Ratusan pcs kaos 7 SR pun ludes terjual. Ria, Oney, dan kawan-kawannya bisa lebih banyak berbuat dan membantu warga Lombok yang terdampak dari hasil penjualan kaos. Bagi mereka, tidak ada yang lebih mengharukan, saat keringat dan jerih payah bermanfaat besar bagi orang banyak.

”Ide dasarnya buat kaos sebenarnya hanya sebagai suvenir saja. Mungkin ada orang yang mau nyumbang lebih. Nah sebagai ucapan terima kasih kita kasih kaos,” tegasnya lagi. (*/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-bumi #fashion 

Berita Terkait

Puan Apresiasi Pasukan Siaga Bencana NTB

Nasional

Tas Branded Harga Mulai Rp 1 Juta

murah meriah

Produk Outdoor Diskon Setengah Harga

murah meriah

Busana Anak Trendi, Beli Dua Gratis Satu

murah meriah

Belanja Tas Exsport, Garansi Setahun

murah meriah

Nggak Perlu Khawatir Make Up Luntur

Jakarta Raya

IKLAN