Sabtu, 22 September 2018 07:15 WIB
pmk

Jakarta Raya

Puluhan JPO Rusak Ganggu Aktivitas Warga

Redaktur:

BOLONG - Atap salah satu JPO Halte Transjakarta di ibu kota tampak rusak parah, sehingga membuat warga tidak nyaman, terlebih saat kondisi cuaca hujan dan panas. ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sedikitnya 20 Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di ibu kota mengalami kerusakan. Tak pelak hal ini mendatangkan keluhan dari warga, khususnya mereka yang berjalan kaki serta pengguna Transjakarta (busway). Selain dipenuhi dengan lantai berkarat dan besi yang keropos, beberapa JPO juga tercatat mengalami kerusakan parah, mulai dari anak tangga yang terlepas, serta atap yang berlubang.

Kondisi ini berbahaya bagi pengguna jalan. Sehingga mereka memilih tidak menggunakan JPO dan menyeberang melalui jalan raya. Akibatnya lalu lintas menjadi tersendat dan juga berbahaya bagi keselamatan penyeberang.

“Yah mau gimana, dari pada entar tiba tiba JPO-nya rubuh, kami terpaksa memilih menyeberan di jalan raya,” ujar seorang pejalan kaki Ogi, di depan Samsat Jakarta Barat, Senin (3/9).

Kondisi JPO depan Samsat kini buruk dan berbahaya. JPO rusak parah setelah dihantam oleh truk sampah Sabtu (1/9) lalu. Terlihat salah satu tiang penyangga bengkok di sisi jalan dari Cengkareng menuju Grogol.

Debu tebal di sekitaran JPO menandakan bahwa JPO kian tak terawat. Penjalan kaki tak berani melintas, sebab di JPO itu antara tangga dan lantai terlepas, di bagian lantai disisi tengah terlihat miring. Tiang penyanggah yang tertanam dan trotoar tempat besi terangkat.

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di JPO Jembatan Gantung tak jauh dari lokasi. Setelah terputusnya JPO dari jalan Grogol menuju Cengkareng terputus dari beberapa waktu lalu, kondisi JPO dibiarkan begitu saja.

Hingga saat ini pembenahan di kawasan itu belum dilakukan. JPO dibiarkan tak berfungsi, sementara penumpang Transjakarta dibiarkan menyeberang melewati tiga ruas jalur.

Keadaan lebih buruk terjadi JPO Tubagus Angke, Grogol Petamburan. Di lokasi itu JPO tak berfungsi. Kondisi keropos dan rawan rubuh terlihat dari banyaknya besi yang berkarat.

“Bisa dilihat JPO itu ngga berfungsi, banyak warga yang kemudian memilih nyebrang di jalan,” ujar Yayat, 37, warga Tubagus Angke.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengakui bahwa kondisi JPO banyak yang rusak. Dia pun mengakui pihaknya masih melakukan pendataan terhadap JPO rusak.

Berdasarkan data yang ada, Andri mengakui kini ada 20 JPO yang tercatat rusak parah, lima diantaranya berada di Jakarta Barat. “Kita sekarang masih mensensus,” kata Andri.

Dishub mengakui mengenai lokasi perbaikan dan pembangunan JPO, pihaknya yang memberikan rekomendasi terhadap itu. Namun untuk pembangunan diteruskan kepada Dinas Bina Marga.

“Anggarannya ada di Dinas Bina Marga,” tuturnya sembari menjelaskan pendataan melibatkan TransJakarta.

Kasudin Bina Marga Jakarta Barat, Riswan Effendi mengakui bahwa kondisi JPO dikawasan Daan Mogot kian buruk. Karena itu dirinya menjamin pembangunan akan dilakukan Dinas menggunakan dana Konfiensi Lantai Bangunan (KLB).

“kerusakannya cukup berat, tidak dapat ditangani dengan penangan ringan, jadi saat ini sedang diusulkan ke Pak Gubernur menggunakan kompensasi kelebihan KLB,” kata Riswan.

Hal sama juga diungkapkan oleh Kabid Pemeliharaan Dinas Bina Marga, Harri Hamdani yang mengakui pihaknya tengah merampungkan pendataan JPO yang rusak. Pendataan ini pun melibatkan Dinas Perhubungan.

“Nah sekarang masih dilakukan pendataan. Data kemarin belum lengkap,” ucapnya.

Harri mengakui untuk pembangunan di sana, Harri mengakui sudin tidak bisa melakukan pembangunan karena anggaran yang besar. Karena itu setelah pendataan rampung, pengajuan lelang akan dilakukan.

“Yah kalau data cepat kita bisa perbaiki. Pos anggarannya ada kok,” tutupnya. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jpo-rusak 

Berita Terkait

IKLAN