Rabu, 14 November 2018 02:25 WIB
pmk

Jakarta Raya

Fasilitas Umum untuk Disabilitas Perlu Ditingkatkan

Redaktur:

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantu penyandang disabilitas menyeberang di Pelican Crossing di Halte Bank Indonesia, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS 

INDOPOS.CO.ID – Pola pikir masyarakat Jakarta khususnya pengguna kendaraan harus diubah. Keberadaan pelican crossing dan ramp untuk penyandang disabilitas seperti di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat harus ditingkatkan dengan memperbanyak di lokasi lainnya. Dengan begitu akan bisa dijadikan pemicu agar pengguna kendaraan selalu mendahulukan penyandang disabilitas dan pejalan kaki.

 “Mindset masyarakat kita harus diubah seperti masyarakat di negara-negara besar. Kan dalam undang-undang (UU) juga telah mengatur pengendara kendaraan bermotor harus mendahulukan pejalan kaki,” ujar pengamat transportasi Darmaningtyas kepada INDOPOS, Selasa (4/9).

Darma mengatakan, pelican crossing merupakan media jalan yang lebih memanusiakan pengguna jalan. Karena, pengguna jalan seperti penyandang disabilitas, ibu hamil dan orang lanjut usia tidak harus repot lagi meniti tangga jembatan penyeberangan orang (JPO) yang tinggi. Pelican crossing juga representasi dari pedestrian di bahu jalan.

“ Jadi kalau waktu saya rasa tidak akan lama, pengendara kendaraan bermotor hanya menunggu kurang lebih 1 menit penjalan kaki melintas,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus. Ia mengatakan, pelican crossing di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tidak akan menimbulkan kemacetan, karena batas laju kendaraan dalam kota sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 111 tahun 2015.

“ Tidak akan bikin macet, karena kota Jakarta tidak membutuhkan kecepatan karena itu sudah diatur kecepatan maksimum 50km/jam,” ujarnya.

Menurut dia, pelican crossing justru akan mewujudkan tertib lalu lintas bagi pengendara serta lebih menghargai pejalan kaki. Oleh karena itu petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta kini tinggal memastikan bahwa sirkulasi lalu lintas berjalan lancar.

“ Jadi Jakarta itu tidak ada cerita lagi bahwa orang bawa kendaraan itu harus cepat-cepat, yang perlu itu sirkulasinya dibuat oleh dishub kepolisian lebih mengalir,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pelican crossing di Jalan MH Thamrin sangat membantu pejalan kaki. Karena, dengan pelican crossing dan ramp membantu penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda tidak perlu menaiki JPO untuk masuk ke halte.

“Selama ini untuk menuju halte transjakarta harus menaiki jembatan penyebrangan yang cukup tinggi. Waktu itu saya katakan kita coba ubah bertahap satu per satu dan ini yang pertama. Haltenya dibuatkan ramp lalu ramp-nya disambungkan dengan pelican crossing,” ujarnya.

Pelican crossing itu berada di perempatan Halte Bank Indonesia dekat Bank Bangkok. Namun, pelican crossing tersebut tidak dilengkapi tombol pengontrol waktu menyeberang. Warga yang ingin melewati pelican crossing harus menunggu lampu merah terlebih dahulu.

Pengguna kursi roda bisa masuk ke halte dengan menyeberangi pelican crossing itu, kemudian naik ke halte dengan menggunakan ramp. Di ujung halte terdapat gate in untuk melakukan tap kartu. “ Tahap demi tahap semua fasilitas ramah bagi semua warganya, baik yang menyandang disabilitas, orang tua, ibu mengandung atau pun orang-orang kebutuhan khusus lainnya,” katanya. (nas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #fasilitas-umum #pemprov-dki #pelican-crossing 

Berita Terkait

Anggaran Revitalisasi TIM Capai Rp 1 Triliun

Jakarta Raya

DKI Responsif, Jabar Belum Ada Kabar

Megapolitan

Anies Minta Cawagub Taati Visi Kampanye

Jakarta Raya

Penerapan ERP Jadi Solusi Kemacetan

Jakarta Raya

Robotik Asah Kreativitas Siswa

Jakarta Raya

IKLAN