Sabtu, 22 September 2018 10:30 WIB
pmk

Nasional

Waspadai Kurs Rupiah yang Terus Melemah

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Rupiah kembali melanjutkan tren pelemahan terhadap dollar Amerika. Pada Rabu (5/9/2018) berdasarkan data Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor), kurs tengah rupiah berada diposisi 14.927. Melemah 87 poin dibandingkan Selasa (4/5/2018) diposisi 14.840 per dollar.

Dampak pelemahan rupiah terhadap industri, khususnya yang banyak menggunakan bahan baku impor tentu akan sangat terasa. Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, Selasa kemarin (4/9/2018) mengatakan bagi industri manufaktur biaya produksi dan beban utang luar negeri semakin meningkat. Apalagi banyak industri yang bergantung pada bahan baku impor.

"Misalnya industri farmasi bahan baku nya 90 persen impor. Untuk naikan harga jual barang khawatir pembelinya turun. Akhirnya perusahaan pangkas biaya produksi. Ini bisa picu PHK.

Potensi gagal bayar utang swasta khususnya yang valas bisa memperparah stabilitas sektor keuangan. Tidak semua utang swasta di hedging atau lindung nilai," jelas Bhima.

Sementara itu, untuk menekan laju impor pemerintah melakukan pembatasan impor dengan tools PPh 22 impor. Namun itu terutama untuk barang konsumsi, bukan bahan baku untuk industri yang dapat mendukung ekspor. Selain itu, pemerintah juga mengimbau tidak perlu mengimpor barang mewah. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelemahan-rupiah #nilai-tukar-rupiah #harga-dolar 

Berita Terkait

Saving Rendah karena Ada Kebocoran

Headline

Saving Rendah karena Ada Kebocoran

Headline

Saving Rendah karena Ada Kebocoran

Headline

Jokowi Harus Jujur soal Kegagalan Ekonomi

Headline

IKLAN