Sabtu, 17 November 2018 02:15 WIB
pmk

Hukum

KPK Periksa Merry Purba dan Panitera

Redaktur:

Tersangka suap penanganan perkara Tipikor PN Medan, Merry Purba. Foto:Akbar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan memeriksa Helpandi selaku panitera pengganti PN Medan dan Merry Purba selaku Hakim Adhoc Pengadilan Negeri Medan terkait kasus suap penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Medan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap MP selaku Hakim Adhoc PN Medan dan Helpandi selaku Panitera pengganti PN Medan.

“Kita jadwal terhadap keduanya untuk diperiksa sebagai tersangka, kita akan melakukan perkembangan terkait informasi yang tersangka ketahui,”kata Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu panitera pengganti PN Medan, Helpandi, pengusaha Tamin Sukardi, dan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan. Tamin berperan sebagai pemberi suap sedangkan Helpandi dan Hadi adalah perantara.

Pemberian suap itu diduga untuk mempengaruhi putusan perkara tipikor nomor perkara 33/Pid.sus/TPk/2018/PN.Mdn dengan terdakwa Tamin Sukardi. Dalam putusan itu, Tamin Sukardi divonis pidana enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar. Merry Purba menyatakan Dissenting Opinion (DO) alias perbedaan pandangan dalam putusan itu.
Pemberian uang pertama kali telah dilakukan pada 24 Agustus 2018 di Hotel JW Marriot Medan melalui perantara.

Sedangkan sisanya disita oleh KPK saat melakukan OTT di Pengadilan Negeri Medan pada Selasa, (28/8/2018) lalu. (cr-1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-suap-hakim-di-medan #ott-hakim-di-medan #merry-purba #kpk #febri-diansyah 

Berita Terkait

IKLAN