Minggu, 18 November 2018 11:50 WIB
pmk

Nasional

Biaya Dikti Mahal, Nasir: 26 Prodi Terapkan PJJ

Redaktur: Redjo Prahananda

Menteri Ristek dan Dikti Mohamad Nasir (kanan) dan Rektor UT Ojot Darojat (kiri).

INDOPOS.CO.ID - Layanan pendidikan tinggi di Indonesia masih sulit terjangkau, terutama di daerah-daerah terpencil.

Tapi bukan berarti Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi kehabisan akal untuk mengatasi masalah ini. Baru-baru ini, Kemenristek Dikti membuat terobosan agar pendidikan tinggi bisa merata.

“ Dengan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) anak Indonesia usia masuk pendidikan tinggi tidak akan kesulitan,” ujar Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan, Selasa (4/9/2018).

Menurut Mantan Rektor Universitas Dipenogoro (UNDIP) Semarang ini, beberapa masalah pendidikan tinggi sangat membebankan mahasiswa. Seperti masalah SPP mahal sampai biaya hidup kost. “Dengan PJJ, biaya itu bisa ditekan. Bahkan untuk biaya kost tidak perlu lagi,” terang dia.

Nasir menyebutkan, untuk menerapkan PJJ perguruan tinggi harus memiliki infrastruktur yang memadai. Karena, itu sangat penting untuk menjamin kualitas pendidikan tinggi dengan sistem PJJ.

“Kami bakal tes. Kalau tidak memadai jangan. Kini, sudah terdapa 26 program pendidikan (Prodi) dari universitas negeri dan swasta yang menerapkan sistem PJJ,” beber Nasir.

Sementara itu, Rektor UT , Ojat Darojat mengatakan, menyandang cyber university, UT memberikan kesempatan pendaftaran bagi mahasiswa baru sepanjang waktu. Ini bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) Dikti.

“Secara umum, masyarakat belum mengetahui PJJ di PT secara luas, sosialisasi terus intensif kami lakukan dengan meningkatkan anggaran untuk itu.” (nas)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #menristek-dikti-m-nasir #pendidikan-jarak-jauh 

Berita Terkait

IKLAN